Ahmad Dhani Terpojok Dua Alat Bukti
Tersangka ujaran kebencian Ahmad Dhani. Foto: MI/Susanto
Jakarta: Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menegaskan penetapan tersangka terhadap Ahmad Dhani tak terkait politik. Musisi itu ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan dua alat bukti. 

"Berdasarkan fakta-fakta yuridis yang dikaji penyidik. Dari hasil kajian ada dua alat bukti, itu sudah sangat cukup untuk melanjutkan penetapan AD (Ahmad Dhani) sebagai tersangka," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 22 Oktober 2018.

Penyidik, lanjut dia, juga telah memeriksa beberapa ahli, seperti ahli bahasa dan pidana. Semua yang diperiksa untuk mendukung penetapan tersangka Ahmad Dhani. 


"Jadi, harus dibedakan tindakan polisi berdasarkan hukum. Polisi murni menyelidiki itu berdasarkan hukum, jangan dikaitkan dengan yang lain. Kita temukan peristiwa yang melawan pidana," tandas dia.

(Baca juga: Pencegahan Ahmad Dhani Kepentingan Penyidikan)

Ahmad Dhani dilaporkan elemen Koalisi Pembela NKRI ke Polda Jatim atas vlog-nya saat dia tertahan pedemo di Hotel Majapahit, Surabaya, pada Minggu, 26 Agustus 2018. 

Saat itu, Dhani dijadwalkan hadir ke acara deklarasi #2019GantiPresiden di Tugu Pahlawan Surabaya. Deklarasi itu batal karena terjadi gesekan antara massa pro dan kontra.
 
Tak lama kemudian, vlog Dhani yang berisi kalimat 'idiot' viral. Saat diperiksa dua pekan lalu, Dhani mengatakan bahwa kata 'idiot' tidak ditujukan kepada pedemo.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi menetapkan dia sebagai tersangka. 
 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id