Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Yogya melakukan aksi damai di depan Gedung Agung, Yogyakarta. (Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)
Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Yogya melakukan aksi damai di depan Gedung Agung, Yogyakarta. (Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)

Jokowi Minta Publik Tanyakan Kasus Novel ke Tim Gabungan

Nasional novel baswedan
Dheri Agriesta • 12 April 2019 13:44
Bogor: Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan telah memasuki tahun kedua. Presiden Joko Widodo meminta publik tak menanyakan perihal kasus Novel kepada dirinya.
 
Tim gabungan yang terdiri dari Polri, Ombudsman, dan KPK telah dibentuk menangani kasus Novel. Seharusnya, perkembangan kasus ditanyakan kepada tim gabungan tersebut.
 
"Jangan dikembalikan ke saya lagi, apa gunanya sudah dibentuk tim gabungan seperti itu," kata Jokowi di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 12 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah pihak menilai perkembangan penanganan kasus penyiraman air keras terhadap Novel berjalan lamban. Novel Baswedan bahkan mengajak masyarakat mendesak Presiden Jokowi turun tangan dalam penuntasan kasusnya.
 
Novel ingin Presiden membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) independen dalam penuntasan kasus ini. Menurut Novel, pembentukan TGPF independen penting untuk mengusut kasus teror terhadap pegawai KPK lainnya.
 
Baca juga:TGPF Independen Kesempatan Jokowi
 
Termasuk, teror yang dialami dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Laode M Syarief beberapa waktu silam. Tanpa menuntaskan kasus sebelumnya, kata Novel, teror-teror serupa kemungkinan besar bakal kembali dialami pegawai KPK lain.
 
Teror-teror ini harus segera dihentikan agar pemberantasan korupsi dapat berjalan secara maksimal.
 
"Saya tentunya, kita tentunya berharap kita ingin menghentikan itu. Tidak boleh ada lagi teror-teror yang dilakukan terhadap orang-orang yang berjuang memberantas korupsi," pungkas Novel.
 
Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah membentuk tim gabungan menyelesaikan kasus Novel. Tim itu disebut telah bekerja sejak 8 Januari 2019.
 
Novel Baswedan disiram air keras saat perjalanan kembali ke rumah usai salat Subuh di masjid pada 11 April 2017. Hingga saat ini, kasus penyiraman air keras itu belum terungkap.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif