Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) nomor urut 01 Jokowi Widodo-Ma'ruf Amin Lena Maryana Mukti. MI/M Irfan.
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) nomor urut 01 Jokowi Widodo-Ma'ruf Amin Lena Maryana Mukti. MI/M Irfan.

TKN Minta Penyebar Hoaks Surat Suara Segera Diadili

Nasional hoax
Siti Yona Hukmana • 05 Januari 2019 19:04
Jakarta: Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) nomor urut 01 Jokowi Widodo-Ma'ruf Amin Lena Maryana Mukti mendesak polisi segera mengadili penyebar informasi bohong atau hoaks tujuh kontainer surat suara sudah tercoblos. Tindakan itu dinilai merugikan rakyat dan negara.
 
"Oleh karena itu, kami mendesak agar penyebar hoaks ini segera ditangkap dan diadili, supaya memberikan efek jera. Apa yang sudah dilakukan itu mengorbankan masa depan demokrasi negara ini," kata Lena kepada Medcom.id, Sabtu, 9 Januari 2019.
 
Baca: Kabar 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos Hoaks

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lena berharap penyebaran informasi bohong seperti ini tak lagi terulang. Ia juga meminta masyarakat tak menelan informasi mentah-mentah.
 
Karena, Lena menilai informasi cepat menyebar di era keterbukaan seperti sekarang. "Penting kita waspadai bersama karena masyarakat ini cenderung percaya dengan berita yang diedarkan apalagi kalau sudah ada terbelah mendukung atau tidak mendukung," kata Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu
 
Kabar tujuh kontainer berisi surat suara yang telah dicoblos pada gambar pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin ramai dibahas di sosial media setelah Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mencuit informasi itu. Andi meminta KPU mengecek kebenaran kabar itu.
 
Baca: Andi Arief Dinilai Sengaja Ciptakan Kemarahan Publik
 
KPU pun bergerak ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, 2 Januari 2019, sesaat setelah kabar itu ramai dibahas. Namun, kabar itu terbukti hoaks. Andi pun menghapus cuitan tersebut.
 
Pada Jumat, 4 Januari 2019, polisi menangkap dua penyebar hoaks surat suara itu. Dua pelaku berinisial HY dan LS itu ditangkap di tempat berbeda. HY ditangkap di Bogor dan LS di Balikpapan.

 

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif