Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pendekatan Militer Tidak Akan Berhasil Atasi Terorisme

Nasional terorisme teroris
Media Indonesia.com • 31 Oktober 2020 05:32
Jakarta: Pendekatan militer diyakini tidak efektif mengatasi aktivitas terorisme. Kalaupun dapat diatasi melalui pendekatan militer, itu hanya bersifat sementara.
 
"Tidak ada kasus terorisme di dunia ini yang bisa dibungkam melalui gerakan militer,” kata mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai dalam diskusi online bertajuk Penanganan Terorisme oleh TNI: Risiko dan Tantangan, Jumat, 30 Oktober 2020.
 
Ansyaad mengungkapkan sejumlah kasus teror yang gagal diatasi karena menggunakan pendekatan militer. Di antaranya, penanganan gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Aceh dan Jawa Barat yang justru menimbulkan dendam di kemudian hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dan ini juga terjadi dalam kasus pembunuhan Osama bin Laden dari Al Qaeda yang melahirkan IS (Islamic State),” jelasnya.
 
Menurut dia, terorisme di berbagai belahan dunia bisa diatasi apabila menggunakan pendekatan penegakan hukum. Pasalnya, pelaku teror beraksi dengan mengusung ide ketidakadilan negara terhadap pendahulu mereka.
 
“Karena itu, pemerintah harus menjawab tuduhan ini dengan cara membawa pelaku teror ke pengadilan. Jadi, semua tindakan diproses dalam koridor criminal justice system,” tegasnya.
 
Baca: Eksekutif-Legislatif Diminta Berhati-Hati Libatkan TNI Tangani Terorisme
 
Sementara itu, Direktur Eksekutif Pusat Hak Asasi Manusia (Pusham) UII Yogyakarta Eko Riyanto menyatakan pendekatan militer dan penegakan hukum kurang efektif dalam menangani isu terorisme. Pasalnya, isu terorisme muncul sebagai konsekuensi dari adanya ideologi dan pikiran.
 
“Itu semua tidak bisa ditangani dengan kekerasan dan penegakan hukum. Justru yang lebih efektif dengan menggunakan dialog peradaban,” ujarnya.
 
Untuk melakukan dialog ini, lanjut Eko, diperlukan peran aktif masyarakat sipil dan aparat pemerintah yang bergerak di sektor pendidikan dan keagamaan. “Peran-peran ini yang seharusnya aktif dalam mengatasi terorisme,” jelasnya.
 
Dia tidak sepakat apabila TNI dilibatkan dalam penanganan aksi terorisme di Indonesia. Dia menilai kepolisian merupakan instansi yang tepat untuk menangani kasus terorisme.
 
Menurut dia, pemerintah juga harus mereformasi proses penegakan hukum dalam menangani kasus terorisme. Kesalahan dalam penegakan hukum kasus terorisme berpotensi menyebabkan pelanggaran HAM terhadap terduga pelaku terorime.
 
“Jika tidak dibenahi, hal ini akan menjadi bom waktu, yakni komunitas maupun keluarga yang dilanggar HAM-nya, kasus terorisme akan menurunkan dendam kepada generasi penerusnya. Karena itu, gunakan standar HAM dalam penegakan hukum terhadap kasus ini,” ujarnya.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif