Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara/Medcom.id/Candra.
Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara/Medcom.id/Candra.

Juliari Beli Sapi Hingga Bayar Honor Cita Citata Pakai Uang Korupsi

Nasional KPK kasus korupsi cita citata Penegakan Hukum Pemberantasan Korupsi Korupsi Bansos Covid-19 Juliari P Batubara
Fachri Audhia Hafiez • 21 April 2021 12:41
Jakarta: Uang hasil korupsi pengadaan paket bantuan sosial (bansos) sembako digunakan untuk kepentingan pribadi mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara. Mulai dari membeli sapi hingga membayar honor penyanyi.
 
"Dengan sepengetahuan terdakwa (pejabat pembuat komitmen bansos di Kementerian Sosial) Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, juga menggunakan uang fee untuk kegiatan operasional terdakwa dan kegiatan operasional lainnya di Kemensos," ujar jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ikhsan Fernandi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 21 April 2021.
 
Jaksa memerinci Juliari menggunakan uang hasil korupsi untuk membeli sapi kurban senilai Rp100 juta. Kemudian, membeli ponsel untuk pejabat Kemensos senilai Rp140 juta, dan pembayaran biaya swab test di Kemensos Rp30 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lalu, pembayaran makan minum dan akomodasi tim bansos, tim relawan dan tim pantau sebesar Rp200 juta, serta pembayaran makan dan minum pimpinan senilai Rp130 juta. Selanjutnya, pembelian dua unit sepeda merek Brompton seharga Rp120 juta untuk Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemensos Hartono Laras dan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Pepen Nazaruddin.
 
Baca: Korupsi Bansos Covid-19, Juliari Didakwa Terima Suap Rp32,48 Miliar
 
Berikutnya, uang dipergunakan untuk kegiatan operasional Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kemensos sebesar Rp100 juta. Selain itu, pembayaran sewa pesawat (private jet) untuk kegiatan kunjungan kerja Juliari dan rombongan Kemensos.
 
Saat kunjungan ke Lampung dan Bali masing-masing per kunjungan merogoh kocek sewa private jet Rp270 juta. Kemudian, pembayaran sewa pesawat serupa untuk kunjungan kerja ke Semarang sebesar US$18 ribu dan pengeluaran-pengeluaran lainnya yang digunakan untuk kegiatan operasional di Kemensos.
 
Ada juga pembayara event organizer (EO) untuk honor penyanyi Cita Citata dalam acara Makan Malam dan Silaturahmi Kemensos sebesar Rp150 juta. Kegiatan itu dilaksanakan di Ayana Komodo Resort Labuan Bajo pada 27 November 2020.
 
Pada perkara ini, Juliari didakwa menerima suap dengan total Rp32,48 miliar. Uang haram tersebut diperoleh dari penyedia barang untuk pengadaan paket bansos sembako dalam rangka penanganan covid-19.
 
Juliari disebut menerima uang suap secara bertahap. Fulus sebesar Rp1,28 miliar diperoleh dari konsultan hukum Harry Van Sidabukke.
 
Uang tersebut diterima melalui dua pejabat pembuat komitmen (PPK) bansos Kemensos Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso. Berikutnya, uang Rp1,96 miliar dari Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja.
 
Selain itu, Juliari diduga juga menerima Rp29,25 miliar dari sejumlah pengusaha penyedia bansos sembako. Seluruh rangkaian penerimaan duit itu dilakukan pada Mei-Desember 2020.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif