Pengacara terpidana korupsi hak tagih Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra, Anita Dewi Kolopaking. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Pengacara terpidana korupsi hak tagih Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra, Anita Dewi Kolopaking. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Anita Kolopaking Absen dari Pemeriksaan

Nasional kasus korupsi Djoko Tjandra
Siti Yona Hukmana • 04 Agustus 2020 14:56
Jakarta: Pengacara narapidana kasus korupsi hak tagih Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra, Anita Kolopaking, mangkir pada pemeriksaan penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Sedianya dia diperiksa perdana sebagai tersangka pukul 09.00 WIB, Selasa, 4 Agustus 2020.
 
"Anita Kolopaking enggak datang," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Argo Yuwono kepada Medcom.id, Selasa, 4 Agustus 2020.
 
Argo belum bisa memastikan apakah Anita memberikan alasan tak hadir pada pemeriksaan hari ini. Dia hanya mengatakan penyidik tetap berupaya memeriksa Anita. Polisi sudah mengagendakan pemeriksaan kedua untuk Anita.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Anita tetap dilayangkan surat panggilan kedua oleh penyidik untuk hadir pada Jumat, 7 Agustus 2020 untuk didengar keterangan sebagai tersangka," ujar mantan Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya itu.
 
Anita ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis malam, 30 Juli 2020. Sebelum penetapan tersangka, polisi memeriksa Anita tiga kali, yakni Selasa hingga Kamis, 21, 22, dan 23 Juli 2020.
 
Polisi juga mengajukan surat pencegahan ke luar negeri bagi Anita kepada Imigrasi Kelas 1 Khusus Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu, 22 Juli 2020. Hal ini dilakukan untuk kebutuhan pemeriksaan.
 
Selain Anita, polisi memeriksa 23 saksi. Sebanyak 20 saksi dikorek keterangannya di Jakarta dan tiga saksi di Pontianak.
 
Baca: Kejagung Siap Adu Argumen Soal Penahanan Djoko Tjandra
 
Polisi melakukan gelar perkara kasus pada Senin, 27 Juli 2020. Hasilnya, Anita diduga kuat terlibat dalam kasus pembuatan surat jalan palsu oleh Brigadir Jenderal (Brigjen) Prasetyo Utomo hingga membantu menyembunyikan terpidana Djoko Tjandra.
 
Anita dijerat Pasal 263 ayat (2) KUHP tentang Penggunaan Surat Palsu dan Pasal 223 KUHP tentang Pemberian Pertolongan terhadap Orang yang Ditahan. Dia terancam hukuman enam tahun penjara.

 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif