Ilustrasi Mahkamah Agung. MI/Bary Fathahilah
Ilustrasi Mahkamah Agung. MI/Bary Fathahilah

MA Ogah Bikin Tim Investigasi Internal Kasus Nurhadi

Nasional mahkamah agung Kasus Suap Suap di MA
Fachri Audhia Hafiez • 22 September 2020 04:34
Jakarta: Koalisi masyarakat sipil mendesak Mahkamah Agung (MA) membuat tim investigasi internal untuk membongkar keterlibatan pejabat MA dalam kasus korupsi mantan Sekretaris MA Nurhadi. MA menolak pembentukan tim.
 
"Kami rasa tidak perlu (dibentuk tim). Sebab, perkara Nurhadi sudah ditangani aparat penegak hukum," ujar juru bicara MA Andi Samsan Nganro saat dikonfirmasi, Senin, 21 September 2020.
 
MA memercayakan penegakan hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Andi meminta semua pihak menghormati penanganan kasus Nurhadi yang ditangani Lembaga Antirasuah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita tunggu saja perkembangan dari proses hukum yang kini sedang berjalan di tangani KPK," ujar Andi.
 
Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Lokataru mendesak MA membuat tim investigasi internal kasus Nurhadi. MA turut diminta kooperatif mengusut tuntas kasus yang menjerat Nurhadi.

MA dinilai tak ada iktikad kerja sama dengan KPK untuk membongkar praktik korupsi di internalnya. Penilaian ini disampaikan ICW merujuk resistensi MA saat KPK memanggil para hakim agung sebagai saksi.
 
MA berdalih menggunakan Surat Edaran MA (SEMA) Nomor 04 Tahun 2002 tentang Pejabat Pengadilan yang Melaksanakan Tugas Yustisial Tidak Dapat Diperiksa, Baik sebagai Saksi atau Tersangka Kecuali yang Ditentukan oleh Undang-Undang.
 
"Tidak tepat jika dalih SEMA digunakan untuk menghindari proses pemeriksaan di KPK," ujar peneliti ICW Kurnia Ramadhana.
 
(Baca: MA Didesak Bentuk Tim Investigasi Internal Kasus Nurhadi)
 
(REN)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif