NEWSTICKER
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono - Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono - Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Penipu Putri Arab Saudi Ditangkap di Palembang

Nasional penipuan
Kautsar Widya Prabowo • 24 Februari 2020 12:57
Jakarta: EMC alias Evie ditangkap Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri di Palembang, Sumatera Selatan. Evie merupakan buron kasus penipuan terhadap Putri Arab Saudi Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al-Saud senilai Rp512,3 miliar.
 
"Minggu, 23 Februari 2020, sekitar pukul 04.00 WIB, kita bisa menangkap daftar pencarian orang (DPO) atas nama EMC," kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Senin, 24 Februari 2020.
 
Tersangka telah dibawa ke Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan intensif. Khususnya, mengonfirmasi alasan tersangka melakukan tindakan penipuan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nanti harus klarifkasi dengan yang bersangkutan (EMC), penyebab apa melakukan peristiwanya (penipuan)," ujarnya.
 
Tersangka EMC melakukan penipuan bersama anaknya EAH alias Eka, di Kuningan, Jakarta Selatan. EAH ditangkap lebih dulu pada Rabu, 29 Januari 2020.
 
Polisi mengamankan sejumlah bukti berupa dua kendaraan roda empat, sejumlah dokumen Akta Jual Beli (AJB), dan buku tanah. Kemudian, dokumen pengiriman uang pelapor terhadap terlapor dan tujuh bidang tanah.
 
Polisi sejauh ini telah memblokir delapan rekening milik kedua tersangka. Kuasa hukum Lolowah melaporkan EMC dan EAH pada Mei 2019. Insiden bermula saat Lolowah mengirim uang Rp505,5 miliar sejak 27 April 2011 hingga 16 September 2018.
 
Penipu Putri Arab Saudi Ditangkap di Palembang
Ilustrasi/Medcom.id
 
Uang itu untuk membeli tanah dan membangun Vila Kama dan Amrita Tedja di Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Namun, pembangunan vila tidak kunjung rampung hingga 2018.
 
Lolowah kemudian curiga dan meminta Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ni Made Tjandra Kasih menghitung nilai pembangunan vila. Nilai bangunan tidak sesuai dengan yang dijanjikan.
 
Lolowah mengaku sempat dijanjikan kepemilikan tanah dan vila tersebut menjadi milik PT Eastern Kayan. Namun, hingga kini kepemilikan tanah dan vila masih atas nama EMC dan EAH.
 
Tak sampai di situ, pelaku kembali menawarkan tanah seluas 1.600 meter persegi di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali kepada Lolowah. Korban tertarik dan mengirimkan uang USD500 ribu (Rp6,8 miliar) kepada tersangka. Setelah dikonfirmasi, tanah tersebut tidak pernah dijual oleh pemiliknya.
 
Mereka dikenakan Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif