Tersangka praktik klinik aborsi di Jakarta Pusat. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Tersangka praktik klinik aborsi di Jakarta Pusat. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Polisi Mendata Pasien Aborsi Ilegal

Nasional aborsi ilegal
Siti Yona Hukmana • 15 Februari 2020 08:55
Jakarta: Polisi terus melakukan penyelidikan terkait kasus praktik aborsi yang melibatkan oknum dokter dan bidan di Jalan Paseban, Senen, Jakarta Pusat. Saat ini, penegak hukum mencari pasien yang mengalami dampak buruk akibat praktik ilegal itu.
 
"Pasien sampai sekarang sedang didata," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, 15 Februari 2020.
 
Klinik aborsi ilegal itu telah beroperasi selama 21 bulan atau sejak 2018. Sebanyak 1.632 pasien telah mendaftar dan 903 telah melakukan aborsi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari ratusan orang yang melakukan aborsi itu, tidak menutup kemungkin ada yang mengalami dampak buruk. Seperti, pendarahan hingga meninggal dunia. Sebab, aborsi dilakukan oleh dokter yang bukan profesional.
 
"Bila ada dampak dari aborsi itu, laporkan ke Polda Metro Jaya," ujar Yusri.
 
Polisi Mendata Pasien Aborsi Ilegal
Klinik aborsi ilegal di Paseban, Jakarta Pusat. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
 
Subdit Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap klinik aborsi ilegal pada Senin, 10 Februari 2020. Tiga tersangka ditangkap polisi.
 
Mereka adalah seorang dokter berinisial MM, bidan berinisial RM dan tenaga administrasi berinisial SI. Ketiga tersangka merupakan residivis dan kini telah ditahan di rumah tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya.
 
Mereka dijerat Pasal 83 Juncto Pasal 64 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan atau Pasal 75 ayat (1), Pasal 76, Pasal 77, Pasal 78 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan atau Pasal 194 Jo Pasal 75 ayat (2) Undnag-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Juncto Pasal 55, 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara.
 

 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif