Advokat Henry Yosodiningrat. Foto: MI/Rommy Pujianto
Advokat Henry Yosodiningrat. Foto: MI/Rommy Pujianto

Rocky Gerung dan Andi Arief Dilaporkan ke Bareskrim

Nasional pencemaran nama baik
Ilham Pratama Putra • 12 Desember 2019 10:30
Jakarta: Advokat Henry Yosodiningrat melaporkan Rocky Gerung dan politikus Partai Demokrat, Andi Arief, ke Bareskrim Mabes Polri. Rocky dan Andi dianggap telah mencemarkan nama baiknya melalui akun Instagram @rockygerungofficial_ dan akun Twitter @AndiArief_.
 
"Bahwa terlapor dengan sengaja membuat informasi elektronik berupa caption, memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik saya," kata Henry kepada Medcom.id, Jakarta, Kamis, 12 Desember 2019.
 
Henry mempermasalahkan unggahan Rocky yang bertuliskan 'yang ngelapor dungu sih', pada Senin, 09 Desember 2019. Bagi Henry merasa terhina dengan kalimat tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bahwa kalimat yang menyebut saya sebagai orang yang dungu merupakan penghinaan dan merupakan perbuatan yang sangat keji," kata Henry.
 
Henry mengaku orang terpelajar dan memperoleh predikat cum laud dalam gelar doktor ilmu hukum. Dia tak terima dipermalukan secara morel oleh Rocky.
 
"Bahkan telah mempermalukan profesi advokat, karena dianggap memiliki anggota yang dungu. Juga mempermalukan PDI Perjuangan, karena dianggap memiliki kader yang dungu," jelas dia.
 
Henry juga tak terima dengan kata preman yang ditujukan Andi kepada dirinya. Dia menegaskan tak pernah besikap seperti preman.
 
"Saya seorang advokat selama tidak kurang dari 40 tahun tanpa cacat, serta telah menjalani pengabdian sebagai pejabat negara sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP pada 2014 sampai 2019 juga tanpa cacat," jelas dia.
 
Henry membawa sejumlah barang bukti dalam pelaporan ini. Antara lain, tangkap layar dari pernyataan Rocky di akun Instagram@rockygerungofficial_ pada 9 Desember 2019, sekitar pukul 18.00 WIB, print out penjelasan “Dungu” dari Kamus Besar Bahasa Indonesia yang artinya, sangat tumpul otaknya, tidak cerdas, bebal, dan bodoh, dan tangkap layar pernyataan Andi di akun Twitter @AndiArief_ pada t9 Desember 2019.
 
Kedua laporan teregistrasi dengan nomor LP/B/1042/XII/2019/BARESKRIM, dan LP/B/1043/XII/2019/BARESKRIM, 11 Desember 2019. Rocky dan Andi dituding melanggar Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45A ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
 
Pasal tersebut berbunyi, setiap orang sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik. Ancaman hukuman untuk pelanggar pasal ini ialah pidana maksimal enam tahun penjara atau denda maksimal Rp1 miliar.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif