Ilustrasi. Foto: MI/Adi Maulana Ibrahim
Ilustrasi. Foto: MI/Adi Maulana Ibrahim

Kecelakaan Otopet Listrik Disebut Bukan Tabrak Lari

Nasional Otopet Listrik
Sri Yanti Nainggolan • 16 November 2019 04:12
Jakarta: Penyidik Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyebut kecelakaan lalu lintas yang menewaskan dua pengguna otopet listrik bukan tabrak lari. Penyelidikan dan penyidikan terus dilanjutkan.
 
Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar mengatakan ada saksi melihat mobil yang dikendarai DH berhenti.
 
"Kan kita ada saksi dari satpam yang melihat bahwa mobil itu berhenti," kata Fahri, melansir Antara, Jumat, 15 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyidik masih mendalami kasus tersebut. Pasalnya, terdapat perbedaan keterangan pihak yang terlibat. Polisi butuh waktu untuk menggali informasi lebih menyeluruh.
 
"Kami menilai memang perlu penggalian informasi lebih dalam," tutur dia.
 
Polda telah memeriksa tujuh saksi. Salah satunya adalah satpam di gedung di dekat tempat kejadian perkara. Keterangan Satpam disebut jadi bukti kuat bahwa kejadian itu bukan tabrak lari.
 
Penyidik Ditlantas Polda Metro Jaya telah menetapkan DH sebagai tersangka. Hasil pemeriksaan awal membuktikan DH bersalah karena mengemudi dalam pengaruh minuman beralkohol.
 
Namun polisi tidak melakukan penahanan terhadap DH karena dia dianggap tidak akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.
 
Ammar (18) dan Wisnu (18) tewas akibat akibat tertabrak mobil jenis sedan Toyota Camry di sekitar FX Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu dini hari, 10 November 2019. Saat itu kedua korban sedang menggunakan skuter listrik GrabWheels.
 

 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif