Juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut Kock Meng ditahan untuk 20 hari ke depan. MI/Rommy Pujianto.
Juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut Kock Meng ditahan untuk 20 hari ke depan. MI/Rommy Pujianto.

KPK Tahan Penyuap Gubernur Kepri Nurdin

Nasional kasus suap
Juven Martua Sitompul • 12 September 2019 23:17
Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Kock Meng. Tersangka pemberi suap kepada Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) nonaktif, Nurdin Basirun itu akan mendekam di bui untuk 20 hari ke depan.
 
"Dilakukan penahanan dalam 20 hari pertama terhitung sejak kemarin," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 12 September 2019.
 
Kock Meng ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Gedung Merah Putih KPK. Penahanan dilakukan demi kepentingan penyidikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penahanan ini dilakukan agar mempermudah proses penyidikan misal ketika dipanggil itu bisa diperiksa karena kami juga mendalami proses lebih detil terkait izin prinsip itu," ungkap Febri.
 
Penetapan tersangka Kock Meng merupakan pengembangan dari kasus dugaan suap terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepri Tahun 2018-2019. KPK lebih dulu menetapkan empat orang tersangka yakni Nurdin, Abu Bakar, Edy Sofyan, dan Budi Hartono.
 
Kock Meng dibantu Abu Bakar diduga mendahului pengajuan izin prinsip Pemanfaatan Ruang Laut di Tanjung Piayu, Batam kepada Nurdin selaku Gubernur Kepri. Ada tiga izin yang diajukan Kock Meng.
 
Pertama pada Oktober 2018 untuk rencana proyek pembangunan resort seluas 5 hektare. Kedua, pada April 2019 untuk rencana proyek pembangunan reklamasi seluas 1,2 hektare. Terakhir, pada Mei 2019 untuk pembangunan resort seluas 10,2 hektare.
 
Padahal, area rencana reklamasi yang diajukan Kock Meng melalui Abu Bakar seharusnya untuk budidaya dan termasuk kawasan hutan lindung (hutan bakau). Namun hal tersebut kemudian diakal-akali agar diperuntukan kegiatan pariwisata dengan cara membatasi wilayah dengan membagi 2 hektare untuk budidaya dan selebihnya untuk pariwisata dengan membangun keramba ikan di bawah restoran dan resort.
 
Sebagai imbalan atas penerbitan izin itu, Kock Meng bersama-sama Abu Bakar akhirnya memberikan pada Nurdin, Edy Sofyan, dan Budi Hartonosebanyak Rp45 juta dan SGD5.000 untuk pemberian pertama yang berlangsung pada Mei 2019
 
Kock Meng selaku pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif