Direktur Perencanaan Korporat PLN Diperiksa KPK
Juru bicara KPK Febri Diansyah/MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty Roekman. Dia akan diperiksa terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka JBK (bos Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin, 10 September 2018.

Penyidik juga memanggil Direktur PT Global Energi Manajemen Mah Riana. Dia akan diperiksa untuk tersangka yang sama.


Baca: Golkar Kembalikan Uang Suap PLTU Riau-I

Dua saksi lain yang bakal dimintai  keterangan ialah Direktur PT Isargas Iswan Ibrahim dan karyawan PT Asmin Koalindo Tuhup Nine Afwani. Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Menteri Sosial Idrus Marham (IM).

Belum dijelaskan detail yang akan dikorek dari keempat saksi, khususnya petinggi PLN. Hingga saat ini, penyidik mengumpulkan informasi tentang keterlibatan Dirut PLN Sofyan Basir untuk memperkuat bukti.

Nama Sofyan Basir santer disebut sebagai salah satu pihak yang ikut terlibat dalam pembahasan proyek PLTU Riau-I. Sofyan diduga berperan dalam meloloskan perusahaan Blackgold Natural Resources Limited sebagai konsorsium penggarap proyek PLTU Riau-I.

Baca: Direktur PLN Diperiksa Kasus Suap PLTU Riau-I

Bahkan, dalam CCTV yang disita KPK dari sejumlah lokasi, Sofyan Basir bersama mantan Menteri Sosial Idrus Marham beberapa kali bertemu kedua tersangka, Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih dan bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo.

Sofyan Basir sudah dua kali diperiksa. Dia tak menepis mengenal dekat Idrus dan kedua tersangka.

KPK baru menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini. Ketiga tersangka itu ialah Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih, bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo, dan Idrus Marham.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id