Ketua KPU Arief Budiman (kanan) bersama komisioner KPU Viryan dan Ilham Saputra melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR RI di Kantor Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/3/2019). Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Ketua KPU Arief Budiman (kanan) bersama komisioner KPU Viryan dan Ilham Saputra melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR RI di Kantor Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/3/2019). Foto: Antara/Muhammad Iqbal

Ketua KPU Belum Terima Surat Panggilan KPK

Nasional OTT KPK
Sri Yanti Nainggolan • 22 Januari 2020 16:31
Jakarta: Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman belum menerima surat penggilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap proses penggantian antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024. Namun, Arief siap berhadapan dengan penyidik KPK.
 
"Katanya ada, tapi tadi saya lihat belum ada di meja saya, jadi saya tidak tahu," ujar Arief di Gedung KPU, Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020.
 
Arief menganggap pemanggilannya sebagai hal biasa. Dia akan memberikan semua yang dibutuhkan KPK untuk mendalami kasus rasuah ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau memang ada informasi, dokumen yang dibutuhkan, kami terbuka dan koorperatif," tegas dia.
 
Arief mengaku menyerahkan urusan pergantian Komisioner KPU Wahyu Setiawan kepada Presiden Joko Widodo. Pasalnya, Presiden yang berwenang memberhentikan dan mengangkat pimpinan KPU.
 
"Kami sudah mengirim surat ke presiden, presiden juga sudah membuat surat keputusan," terang dia.
 
KPK sudah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan suap proses PAW anggota DPR dari PDI Perjuangan. Mereka yakni Wahyu, politikus PDIP Harun, mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan pihak swasta Saeful.
 
Wahyu diduga menerima suap dari Harun agar memuluskan proses PAW sebagai anggota Dewan. Uang tersebut diberikan lewat Saeful kepada Agustiani, selaku orang kepercayaan Wahyu.
 
KPK juga menyita uang Rp400 juta dalam pecahan mata uang dolar Singapura saat OTT di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Wahyu diduga telah menerima suap Rp200 juta. Seluruh tersangka sudah mendekam di rumah tahanan, kecuali Harun.
 

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif