Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo (kedua kiri) dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR. Foto: MI/Susanto.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo (kedua kiri) dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR. Foto: MI/Susanto.

Tersangka Baru Kasus KTP-el dari Kalangan Pengusaha dan Birokrat

Nasional korupsi e-ktp
Arga sumantri • 01 Juli 2019 19:04
Jakarta: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengamini adanya tersangka baru dalam kasus korupsi KTP-elektronik (KTP-el). Tersangka baru disebut-sebut ada lebih dari dua orang.
 
"Ada dari pengusaha, ada dari birokrat kayaknya," kata Agus usai rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 1 Juli 2019.
 
Namun, Agus tak menyebut rinci total tersangka baru kasus KTP-el yang belum lama ditetapkan. Ia juga masih enggan mengungkap nama tersangka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, jumlah tersangka baru lebih dari dua orang. Serupa Agus, Saut juga masih enggan mengungkap identitas tersangka baru tersebut.
 
"Nanti kita ekspose, kita sudah gelar perkara tinggal umumkan. Bisa jadi (diumumkan) minggu depan. Tunggu kesiapan saja," kata Saut.
 
KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi KTP-el. Mereka di antaranya mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman, mantan Direktur Pengelolaan Informasi dan Administrasi Ditjen Dukcapil Sugiharto, eks Bos PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, mantan Ketua DPR Setya Novanto, Mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Made Oka Masagung, dan politikus Partai Golkar Markus Nari.
 
Saat ini, hanya Markus Nari yang masih dalam proses penyidikan KPK. Sementara itu, tujuh orang lainnya sudah divonis bersalah dan kena pidana penjara.
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif