Konferensi pers soal TPPO. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Konferensi pers soal TPPO. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

Polisi Tangkap Penjual Perempuan ke Cina

Nasional perdagangan manusia
Kautsar Widya Prabowo • 17 Oktober 2019 13:35
Jakarta: Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri unit Tindak Pidana Perdangan Orang (TPPO) menangkap Then Tet Lie alias Loly di Kalimantan. Loly menjual perempuan warga negara Indonesia (WNI) ke luar negeri dengan modus pernikahan.
 
Kepala Unit IV TPPO Bareskrim Polri AKBP Hafidz Susilo Herlambang mengungkapkan, Loly menjual AT dan RS yang masih di bawah umur. Korban dibawa ke Cina setelah melaksanakan pertunangan di Indonesia.
 
"(Iming-iming) setiap bulan bisa kirim uang Rp20 juta ke orang tua di Indonesia, dengan itu korban tertarik dinikahkan kemudian setelah sampai di Cina janji tidak diberikan," ujar Hafidz dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 17 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


AT melangsungkan pernikahan pada November 2015. Kecurigaan mulai tercium ketika korban mendapati suami dalam kondisi keterbelakangan mental. AT juga kerap mendapat perlakuaan tidak menyenangkan.
 
"Setiap melakukan hubungan badan selalu ditonton oleh mertua," tutur dia.
 
Korban lantas melarikan diri ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat. Selanjutnya, pihak KBRI Beijing membantu mengurus percerain korban dan pemulangan ke tanah air.
 
Hal yang sama menimpa RS. Ia diiming-imingin uang dan bersedia dinikahkan dan berangkat ke China.
 
Namun, berjalan tiga bulan pernikahan RS kerap mengalami kekerasan dari suami. Iming-iming uang Rp6 juta setiap bulan tidak pernah diberikan.
 
"RS pernah meminta cerai namun disuruh membayar uang ganti rugi Rp500 juta. Karena tidak betah RS kabur ke KBRI Beijing dan dibantu untuk mengurus percerain," tutur dia.
 
Loly ditangkap lantaran memberangkatkan korban ke Cina. Penyidik masih mencari satu pelaku lain, Buditan. Dia mempertemukan korban dengan calon suami.
 
Loly dijerat Pasal 4 dan 6 Undang-Undang nomor 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif