Baiq Nuril Maknun. ANT/Dhimas Pratama.
Baiq Nuril Maknun. ANT/Dhimas Pratama.

Jokowi Belum Terima Permohonan Amnesti Baiq Nuril

Nasional pencemaran nama baik
Husen Miftahudin • 12 Juli 2019 14:23
Jakarta: Presiden Joko Widodo berjanji akan mengambil keputusan terkait pemberian amnesti kepada terdakwa kasus pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Baiq Nuril Maknun. Tapi, Presiden belum menerima permohonan amnesti itu.
 
"Belum sampai meja saya," ujar Jokowi ditemui di pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2019, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Jumat, 12 Juli 2019.
 
Baca: Jaksa Agung Apresiasi Rencana Amnesti Baiq Nuril

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jokowi masih menunggu surat permohonan amnesti itu. Setelah menerimanya, Presiden akan berkonsultasi dengan sejumlah menteri terkait langkah yang akan diambil.
 
"Kalau nanti sudah masuk meja saya, ada rekomendasi-rekomendasi dari kementerian-kementerian terkait, saya putuskan. Secepatnya, akan saya selesaikan secepatnya," tegas Jokowi.
 
Soal tahapan amnesti, Baiq Nuril mesti mengajukan permohonan kepada presiden dengan melampirkan putusan hukum terakhir. Hal tersebut untuk memastikan hukuman mana yang akan dihapuskan.
 
Setelah itu, Presiden harus meminta pertimbangan DPR sebelum memberikan amnesti. Namun, putusan pemberian atau tidaknya amnesti sepenuhnya tetap di tangan Presiden.
 
Baiq Nuril merupakan terdakwa kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ia divonis enam bulan penjara setelah Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan peninjauan kembali (PK) atas kasusnya.
 
Mantan guru honorer itu juga telah menemui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly. Kementerian Hukum dan HAM bakal mengeluarkan surat rekomendasi kepada Kepala Negara.
 
Baca: Baiq Nuril Berharap Dapat Amnesti sebelum 17 Agustus
 
Baiq Nuril juga menemui Jaksa Agung M Prasetyo. Jaksa Agung menjamin tak bakal menjebloskan Baiq Nuril ke penjara selama proses pengajuan amnesti.
 
"Ibu Baiq Nuril tidak perlu khawatir dan ketakutan pada eksekusi dimasukkan dalam jeruji besi," kata Prasetyo.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif