Juru bicara KPK Febri Diansyah MI Rommy Pujianto
Juru bicara KPK Febri Diansyah MI Rommy Pujianto

Tiga Pejabat Pembuat Komitmen Kembalikan Suap Rp1,7 Miliar

Nasional kasus suap
Juven Martua Sitompul • 11 Februari 2019 20:45
Jakarta: Tiga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) mengembalikan uang suap ke penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Total uang yang dikembalikan sebanyak Rp1,7 miliar.
 
"Terdapat tambahan pengembalian uang dari tiga orang PPK proyek SPAM di Kementerian PUPR sejumlah Rp1,7 Milyar," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 11 Februari 2019.
 
Febri mengaku belum menerima informasi dari penyidik perihal nama ketiga orang tersebut. Namun yang pasti hingga kini tercatat sudah ada 16 orang yang telah mengembalikan uang suap pada KPK.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sehingga total pengembalian di bulan Februari ini adalah Rp4,7M dari 16 orang PPK," ujar dia.
 
Meski demikian Febri memastikan semua pihak yang menerima dan mengembalikan uang suap tersebut akan dibeberkan dalam persidangan. "Selengkapnya baru akan di buka di sidang," pungkas dia.
 
KPK sebelumnya lebih dulu menerima pengembalian uang suap SPAM dari 13 PPK di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Total uang yang diterima KPK dari ke-13 orang itu sebanyak Rp3 miliar.
 
Delapan orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Empat di antaranya sebagai pihak pemberi yakni Direktur Utama PT Wijaya Kesuma Emindo (WKE) Budi Suharto, Direktur PT WKE Lily Sundarsih, Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) Irene Irma, Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo.
 
Kemudian sebagai pihak penerima, Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kusrinah, Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar, dan PPK SPAM Toba I Donny Sofyan Arifin.
 
Total barang bukti yang diamankan KPK dalam kasus ini uang sejumlah Rp3.3 miliar, 23.100 dolar Singapura, dan USD3.200. Dalam kasus ini, Anggiat, Meina, Nazar dan Donny diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait proyek pembangunan SPAM tahun 2017-2018 di Umbulan 3 Pasuruan, Lampung, Toba 1 dan Katulampa.
 
Sementara 2 dua proyek lain yang juga diatur lelangnya yaitu pengadaan pipa High Density Polyethylene (HDPE) di Bekasi dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. Lelang diatur sedemikian rupa untuk dimenangkan oleh PT WKE dan PT TSP.
 
Anggiat diduga menerima fee untuk pemulusan proyek-proyek itu sebesar Rp850 juta dan USD5 ribu, Meina menerima Rp1,42 miliar dan USD22 ribu. Kemudian, Nazar menerima Rp2,9 miliar dan Donny menerima Rp170 juta.
 

(SCI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi