Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Cara Kotor Mafia Bola Atur Pertandingan

Nasional Pengaturan Skor Sepak Bola
Siti Yona Hukmana • 28 Desember 2018 15:53
Jakarta: Polisi membeberkan peran masing-masing tersangka, yakni Johar Lin Eng (J), Priyanto (P), dan Anik Yuni Artika Sari (A), dalam mengatur pertandingan sepak bola. Johar diduga ikut menentukan klub di grup dan jadwal pertandingan pada Liga 3 di Jawa Tengah.
 
"Misalnya delapan klub ada empat grup, dia (J) bisa menentukan. Yang dia pilih, yang sudah komunikasi dengan dia ditaruh di grup yang ringan. Dia bisa juga menentukan hari apa mainnya, jam berapa mainnya, ada semua dia," kata Ketua Tim Media Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jumat, 28 Desember 2018.
 
Dalam melancarkan aksinya, anggota Komite Eksekutif Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) itu bekerja sama dengan Priyanto, mantan anggota Komite Wasit. Mereka berkongkalikong menentukan wasit dalam pertandingan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kemudian, J ini menyuruh komunikasi ke P. Ada 35 wasit, jadi dia tahu, tidak semua wasit bisa diajak kompromi, tertentu saja yang diajak sama dia. Jadi, kalau klub sudah komunikasi dengan dia tinggal ditentukan wasitnya siapa," ungkap Argo.
 
Sementara itu, Anik selaku wasit futsal dan juga anak dari Priyanto, berperan menerima uang dari manager klub. "Intinya, setiap pertandingan mengeluarkan uang, Rp100 juta sampai Rp200 juta di sana dibagi yang terima si A, nanti dia kirim ke P, nanti ngirim ke J," jelas Argo.
 
Baca: Mafia Bola Terbang ke Jakarta Menggunakan Identitas Palsu
 
Aksi ketiganya pun terendus polisi. Priyanto diringkus di Semarang, Jawa Tengah, pada Senin, 24 Desember 2018. Pada hari yang sama, polisi menangkap Anik di Pati, Jawa Tengah. Johar lalu ditangkap pada Kamis, 27 Desember 2018, pukul 10.12 WIB di Bandara Halim Perdanakusuma.
 
Tiga tersangka ini dikenakan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan atau Pasal 3, 4, 5, UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif