Siesa Darubinta bergegas ketika berjalan keluar seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta. (Foto: MI/Rommy Pujianto)
Siesa Darubinta bergegas ketika berjalan keluar seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta. (Foto: MI/Rommy Pujianto)

Siesa Darubinta Bungkam Usai Diperiksa KPK

Nasional OTT KPK
Damar Iradat • 15 April 2019 18:39
Jakarta: Siesa Darubinta, saksi kasus dugaan suap terkait kerjasama pengangkutan pupuk milik PT Pupuk Indonesia Logistik dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (PT HTK) bungkam usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Siesa hari ini, Senin, 15 April 2019 dijadwalkan diperiksa untuk tersangka Marketing Manager PT HTK, Asty Winasti.
 
Siesa yang mengenakan kemeja corak garis biru berwarna putih dan kaca mata hitam itu tampak tak banyak berbicara usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Serbuan pertanyaan dari pewarta juga tak digubris. Ia langsung menuju mobil Toyota Innova berwarna abu-abu yang terpakir di halaman gedung KPK.
 
Siesa akhirnya memenuhi panggilan KPK kali ini. Sebelumnya, Siesa dijadwalkan diperiksa KPK pada Jumat, 12 April 2019, namun tak hadir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nama Siesa ikut disebut dalam kronologi operasi tangkap tangan terhadap politikus Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso dalam kasus ini. Siesa ikut dibawa ke KPK usai ditangkap di kawasan Permata Hijau bersama dengan sopir Bowo.
 
Baca juga:KPK Perpanjang Masa Penahanan Bowo Sidik
 
Bowo bersama Asty Winasti dan Indung ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait kerjasama pengangkutan pupuk milik PT Pupuk Indonesia Logistik dengan PT HTK. Bowo dan Idung penerima sedangkan Asty pemberi suap.
 
Bowo diduga meminta fee dari PT HTK atas biaya angkut. Total fee yang diterima Bowo USD2 permetric ton. Diduga telah enam kali menerima fee di sejumlah tempat seperti rumah sakit, hotel dan kantor PT HTK sejumlah Rp221 juta dan USD85.130.
 
Uang sekitar Rp8 miliar dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu itu telah dimasukkan dalam amplop-amplop. Uang tersebut diduga bakal digunakan Bowo untuk 'serangan fajar' pada Pemilu 2019. Politikus Golkar itu kembali mencalonkan diri pada Pemilu 2019 di daerah pemilihan Jawa Tengah II.
 
Bowo dan Indung selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Asty selaku penyuap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif