Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. Foto: MI/Ilham Pratama.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. Foto: MI/Ilham Pratama.

Penangkapan 2 Teroris di Malaysia Diduga Donatur JAD

Nasional terorisme perayaan natal dan tahun baru
Dian Ihsan Siregar • 11 Desember 2018 23:56
Jakarta: Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror sedang menyelidiki informasi mengenai penangkapan dua terduga teroris oleh Polisi Diraja Malaysia. Kedua terduga teroris itu juga diduga kuat menjadi donatur kelompok Jamaah Ansharut Daullah (JAD) Indonesia.

Kepala Densus 88 Antiteror disebut sudah terjun langsung ke lokasi penangkapan untuk mengkonfirmasi kebenaran adanya terduga teroris yang menjadi donatur JAD Indonesia.

"Sedang dicek langsung oleh Kadensus ke sana dan mengenai alurnya seperti apa," ucap Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 11 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Kepolisian berhati-hati dalam menangani perkara tindak pidana terorisme di Indonesia. Meski begitu, dia memastikan kepolisian akan terus mengejar dan memburu teroris yang mengganggu perayaan Natal dan Tahun Baru 2019. "Kami sangat berhati-hati dalam penanganan terorisme. Jadi yang jelas Polri akan serius dalam penanganan terorisme terutama jelang Natal dan Tahun Baru tahun depan," ungkap dia.

Di tempat terpisah, anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Bekto Suprapto mengatakan kepolisian Indonesia bisa memproses hukum kedua terduga teroris yang ditangkap Polisi Diraja Malaysia, jika terbukti menjadi donatur jaringan JAD. 

"Jadi Polri dan Polisi Diraja Malaysia sangat erat, terutama dalam bidang penanganan tindak pidana terorisme. Dapat dilihat dari kasus bom Bali 2002 dan jaringan Jamaah Islamiyah di Indonesia," tutup Bekto.


(HUS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi