Kasus Remaja Pengancam Jokowi Dinilai Cukup dengan Maaf

Muhammad Al Hasan 25 Mei 2018 02:36 WIB
ujaran kebencian
Kasus Remaja Pengancam Jokowi Dinilai Cukup dengan Maaf
Ilustrasi--Antara/Akbar Nugroho Gumay
Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berharap kasus remaja penghina Presiden Joko Widodo tak berujung bui. Ketua KPAI Susanto menilai sanksi permohonan maaf kepada publik sudah cukup.

Susanto mengatakan, sanksi minta maaf ke publik itu merupakan hal yang paling proporsional. Sikap permohonan maaf di depan publik diharapkan mampu memberi edukasi agar kasus serupa tak berulang. 

"Hemat kami ini sudah proporsional bagi yang bersangkutan," kata Susanto di Markas Polda Metro Jaya, Kamis, 24 Mei 2018. 


Susanto menyatakan, RJ juga sudah mengaku menyesal dengan ulahnya. Kepada Susanto, RJ mengaku tak mau apa yang dia perbuat ditiru remaja lain.

"Yang bersangkutan juga akan sampaikan agar tidak meniru oleh siapapun, termasuk anak seusianya juga adik-adiknya di Indonesia. Karena ini tindakan tidak boleh terjadi," ujarnya.

Menurut Susanto, pihak guru telah meminta teman-teman sekolah menghapus video RJ yang viral. Ia juga tak paham kenapa video itu tetap jadi perbincangan publik. 

"Tetapi kondisinya masih seperti itu tampaknya masih viral di publik jadi seperti itu," kata Susanto.

KPAI pun berencana meminta bantuan Kementerian Komunikasi dan Informatika agar membantu menghapus video RJ. Sebab, jika dibiarkan bakal memberikan efek negatif.

"Kami akan segera komunikasi dengan Kominfo agar video viral bisa ditutup. Agar tidak dikonsumsi publik. Kalau viral ini bisa jadi akan terus viralisasi dan ini merupakan ini tidak boleh terjadi," kata Susanto.



(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id