Penahanan 12 Anggota DPRD Kota Malang Diperpanjang

Juven Martua Sitompul 22 Juni 2018 16:11 WIB
suap ketua dprd malang
Penahanan 12 Anggota DPRD Kota Malang Diperpanjang
Ilustrasi KPK - MI.
Jakarta: Penahanan 12 tersangka kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Tahun Anggaran 2015 diperpanjang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ke-12 anggota DPRD Kota Malang itu akan kembali mendekam di bui selama 30 hari ke depan.

"Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan terhadap 12 anggota DPRD Malang selama 30 hari ke depan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 22 Juni 2018.

Febri mengatakan penahanan 12 anggota DPRD Kota Malang itu diperpanjang terhitung sejak 21 Juli 2018. Perpanjangan penahanan sendiri dilakukan demi kepentingan penyidikan.


KPK menetapkan Wali Kota Malang Mochammad Anton dan 18 anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Tahun Anggaran 2015. Anggota DPRD Malang yang ditetapkan sebagai tersangka itu antara lain, HM Zainudin dan Wiwik Hendri Astut, masing-masing sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Malang.

Kemudian para anggota dewannya yakni, Suprapto, Sahrawi, Salamet, Mohan Katelu, Sulik Lestyowati, Abdul Hakim, Bambang Sumarto, Imam Fauzi, Syaiful Rusdi, Tri Yudiana, Heri Pudji Utami, Hery Subianto, Rahayu Sugiarti, Sukarno, Ya'qud Ananda Budban serta Abdul Rachman.

Kasus suap ini merupakan hasil pengembangan kasus yang lebih dulu menjerat mantan Ketua DPRD Malang M Arief Wicaksono serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Pengawasan Bangunan Jarot Edy Sulistiyono. Keduanya kini tengah menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, Jawa Timur.

(Baca juga: Anggota DPRD Malang Tantang KPK di Persidangan)





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id