Gedung Merah Putih KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto
Gedung Merah Putih KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto

Tingkat Kepercayaan Publik Terhadap KPK Melorot, Kalah dari Polri

Nasional KPK Jokowi tni polri Hukum Penegakan Hukum
Kautsar Widya Prabowo • 26 September 2021 19:20
Jakarta: Tingkat kepuasan masyarakat terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menurun. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia.
 
"KPK biasanya kalau enggak (peringkat) nomor dua atau nomor satu. Sekarang sudah melorot peringkat ke nomor empat," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam konferensi pers virtual, Minggu, 26 September 2021. 
 
Menurut dia, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap KPK hanya 65 persen. Bagi Burhanuddin, hal ini cukup mengejutkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Terlibat 5 Kasus Suap, MAKI Ungkap Potensi Azis Kembali Jadi Tersangka
 
"(Kepercayaan terhadap) KPK turun menurut saya itu berita baru, meskipun menurut (Koalisi) Masyarakat Sipil itu bukan hal yang mengagetkan terutama setelah revisi Undang-Undang KPK diterapkan," jelas dia. 
 
Lembaga yang mendapat kepuasan tertinggi publik ialah TNI (90 persen), Presiden Joko Widodo (82 persen), dan Polri (71 persen). Peringkat terendah ditempati DPR dan partai politik (parpol).
 
"Kalau DPR dan parpol saya tidak heran karena dari dulu enggak pernah naik kelas trust publik terhadap kedua institusi ini," ungkap dia.
 
Survei ini digelar pada 17 sampai 21 September 2021. Sampel survei meliputi 1.200 responden yang dipilih acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung pada Maret 2018 hingga Juni 2021.
 
Sebanyak 1.200 responden itu memiliki margin of error kurang lebih 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang dihubungi melalui telepon.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif