lustrasi Polisi Khusus Lapas (Polsuspas) bersiaga di depan ruang tahanan. MI/Susanto
lustrasi Polisi Khusus Lapas (Polsuspas) bersiaga di depan ruang tahanan. MI/Susanto

Ditjen PAS Telusuri Permasalahan di Rutan Salemba

Nasional pemasyarakatan lembaga pemasyarakatan
Kautsar Widya Prabowo • 13 Juli 2020 13:27
Jakarta: Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkuham) telah membentuk tim menelusuri permasalahan yang ada di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat. Tim akan menindak tegas pihak yang terbukti melanggar aturan.
 
"Kalau di situ ada narkoba, kami berkomitmen perang pada narkoba dan menindak tegas apabila ditemukan (pelanggaran petugas dan napi)," tegas Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen PAS Rika Aprianti, kepada Medcom.id, Senin, 13 Juli 2020.
 
Rika memastikan penggunaan alat telekomunikasi tak diperkenankan di dalam rutan. Namun, dia menyadari pengawasannya sangat terbatas karena jumlah petugas tidak sebanding dengan jumlah tahanan. Rutan Salemba memiliki 21 hingga 23 regu petugas yang harus mengawasi kurang lebih 3.250 narapidana

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan isi hunian (Rutan) Salemba saat ini, kita ngomongin pengawasan jarak jangkau pengawasan dari petugas kita sendiri," tuturnya.
 
Rika memastikan Ditjen PAS berusaha maksimal menata permasalahan di Rutan Salemba. "(Kita) berusaha untuk menindak, menghalau semua hal-hal yang menjadi bagaian pelanggaran termasuk barang-barang terlarang," ujarnya.
 
Baca: Permasalahan Rutan Salemba Dinilai Sudah Akut
 
Juru bicara Front Rakyat Indonesia for West Papua, Surya Anta Ginting, menceritakan kesehariannya menjalani hukuman di Rutan Salemba. Hal tersebut dibagikan melalui akun media sosial, Twitter @SuryaAnta.
 
Pada hari pertama masuk Rutan Salemba, dia mengaku mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari tahanan lama. Surya bersama teman-temanya harus membayar Rp1 juta agar bisa menjadi penghuni lapak Palembang.
 
Sementara itu, tidak sedikit tahanan yang harus tidur di lorong karena tidak mampu membayar. Tarif tersebut diibaratkan sebagai tiket untuk masuk kamar.
 
Surya juga sempat ditawari sabu secara terang-terangan di lantai dua. Barang haram itu dijajakan tahanan lama.
 
Selain itu, dalam foto yang ia unggah, tampak ratusan tahanan tidur berjejer dan tidak ada jarak satu sama lain.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif