Buron kasus korupsi cessie (hak tagih) Bank Bali Djoko Sugiarto Tjandra. Foto: MI/Soleh
Buron kasus korupsi cessie (hak tagih) Bank Bali Djoko Sugiarto Tjandra. Foto: MI/Soleh

Djoko Tjandra Masih DPO

Nasional kasus korupsi
Kautsar Widya Prabowo • 07 Juli 2020 01:48
Jakarta: Kejaksaan menegaskan terdakwa kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Kondisi ini masih berlaku meski status red notice Djoko Tjandra sudah dicabut.
 
"Masih DPO. Kalau statusnya dari Kejaksaan," kata Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Ridwan Ismawanta, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 6 Juli 2020.
 
Menurut dia, Korps Adhyaksa telah melayangkan surat perpanjangan red notice kepada International Criminal Police Organization (Interpol). Saat ini Interpol tengah memproses surat tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kemarin sudah ada permohonan kembali (red notice) tinggal nunggu penerbitannya aja," tutur dia.
 
Sementara itu, Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sudah buka suara terkait masuknya Djoko Tjandra ke Indonesia. Status red notice Djoko disebut sudah berakhir sejak Selasa, 5 Mei 2020.
 
Baca: Wajah Terbaru Djoko Tjandra
 
"Ada pemberitahuan dari Sekretaris NCB Interpol bahwa dari red notice atas nama Djoko Soegiarto Tjandra telah terhapus dari sistem berbasis data karena tidak ada permintaan lagi dari Kejaksaan Agung," kata Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arvin Gumilang di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2020.
 
Arvin mengatakan Djoko kembali mendapat pencekalan pada Sabtu, 27 Juni 2020. Hal ini karena permintaan Kejaksaan Agung yang memasukkan Djoko dalam DPO.

 

(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif