Ilustrasi KPK. Medcom.id/Fachri Auhdia Hafiez
Ilustrasi KPK. Medcom.id/Fachri Auhdia Hafiez

KPK Selisik Asal Usul Tas Hermes Milik Menantu Nurhadi

Nasional mahkamah agung Kasus Suap Suap di MA
Fachri Audhia Hafiez • 03 Agustus 2020 19:35
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tiga saksi dari unsur swasta terkait kasus korupsi yang menjerat Rezky Herbiyono (RHE), menantu mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Penyidik mengonfirmasi kepemilikan barang mewah milik Rezky.
 
"Penyidik menggali pengetahuan saksi-saksi tersebut terkait dengan dugaan kepemilikan barang-barang mewah milik tersangka RHE seperti tas merek Hermes," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020.
 
Ketiganya yakni Mujiono, Abdul Gani, dan Sarino. Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal, Hiendra Soenjoto. Penyidik juga mencecar ketiganya mengenai operasional money changer yang kerap menjadi penukaran uang oleh Rezky.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara tiga saksi lain mangkir pemeriksaan. Mereka yakni polisi kehutanan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat Andri Irianto serta dua pihak swasta Olivia Hermijanto dan Winarni Cahyadi.
 
"Belum diperoleh informasi ketidakhadirannya," ucap Ali.
 
(Baca: Kepemilikan Lahan Sawit Nurhadi Diselisik)
 
Nurhadi diduga menerima suap Rp33,1 miliar dari Hiendra Soenjoto lewat Rezky Herbiyono. Suap dimaksudkan memenangkan Hiendra dalam perkara perdata kepemilikan saham PT MIT. Nurhadi juga diduga menerima sembilan lembar cek dari Hiendra terkait peninjauan kembali (PK) perkara di MA.
 
Selain itu, Nurhadi diduga mengantongi Rp12,9 miliar dalam kurun waktu Oktober 2014 sampai Agustus 2016. Gratifikasi diduga terkait pengurusan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA serta permohonan perwalian.
 
Nurhadi dan Rezky disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Nurhadi dan Rezky disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif