Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri. Medcom.id/Arga Sumantri
Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri. Medcom.id/Arga Sumantri

Brigjen Karyoto Telah Sampaikan LHKPN

Nasional kpk lhkpn
Candra Yuri Nuralam • 15 April 2020 07:04
Jakarta: Deputi Penindakan terpilih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigjen Karyoto telah menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Dia melaporkan harta kekayaannya pada pekan lalu.
 
"Yang bersangkutan telah menyampaikan laporan LHKPN-nya pada 8 April 2020," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Rabu, 15 April 2020.
 
Menurut Ali, Karyoto belum terlambat dalam menyampaikan LHKPN untuk periode tahun ini. Batas akhir penyerahan LHKPN jatuh pada 30 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karyoto erakhir kali menyampaikan LHKPN pada 18 Desember 2013. Dia saat itu menjadi direktur kriminal umum Polda DIY.
 
Karyoto tak melaporkan harta kekayaannya karena mengacu pada Surat Edaran Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor Kep/1059/x/2017. Ali menilai alasan Karyoto tersebut dibenarkan. Karena sesuai Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, kewajiban melaporkan harta kekayaan hanya untuk pejabar negara.
 
"Karena jabatannya bukan penyelenggara negara sebagaimana ketentuan undang-undang, maka ada mekanisme yang diatur terpisah oleh kementerian, lembaga, atau instansi terkait," ujar Ali.
 
Baca: 2 Calon Deputi Penindakan KPK Tak Patuh Serahkan LHKPN
 
Ali meminta masalah Karyoto yang sudah delapan tahun tak melaporkan harta kekayaan tak dibesarkan. Pasalnya, melihat integritas seseorang tak cukup dari tingkat kepatuhannya dalam melaporkan hartanya.
 
"Ada banyak indikator untuk dapat dinilai terkait sisi integritas seseorang, sehingga saya kira tidak perlu lagi berpolemik terkait LHKPN yang bersangkutan," tutur Ali.
 
Dalam pelaporan terakhir, Karyoto mempunyai kekayaan berupa harta tak bergerak Rp5,72 miliar, dan harta bergerak Rp400 juta. Karyoto juga mempunyai usaha lain seperti salon muslimah senilai Rp200 juta, rumah makan senilai Rp200 juta, usaha salon anak senilai Rp250 juta, dan usaha rias pengantin senilai Rp150 juga.
 
Karyoto juga memiliki tambahan kekayaan dari giro dan setara kas lainnya senilai Rp1,278 miliar, dan piutang Rp2,8 miliar. Total kekayaan Karyoto pada 2013 sekitar Rp5,54 miliar.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif