Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

KontraS Desak Penembakan Pendeta Diusut Tim Independen

Nasional kekerasan kelompok sipil bersenjata kelompok bersenjata di papua
Siti Yona Hukmana • 24 September 2020 07:10
Jakarta: Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyebut ada dugaan prajurit TNI yang menembak pendeta Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII), Kabupaten Intan Jaya, Papua, Yeremias Zanambani. Untuk itu, kasus ini harus diusut tim independen.
 
"Hal ini bermula dari sangkaan bahwa pendeta atau warga Hitadipa adalah aktor tewasnya salah satu anggota TNI," kata Koordinator KontraS Fatia Mulidiyanti melalui keterangan tertulis, Kamis, 24 September 2020.
 
Menurut dia, pendeta Yeremias ditembak di distrik Hitadipa, Sabtu, 19 Agustus 2020, sekitar pukul 17.30 WIT. Selain penembakan, prajurit TNI diduga mengancam hingga mengusir paksa beberapa pendeta di Hitadipa pada Jumat dan Sabtu, 18-19 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam melakukan pencarian atas pembunuhan rekannya, anggota TNI mengancam, mengusir warga secara paksa," ujar Fatia.
 
Fatia menyebut ada sejumlah pelanggaran yang dilakukan prajurit TNI atas tindakan tersebut. Pertama, inisiatif TNI mencari pelaku pembunuhan prajurit secara mandiri. Fatia menyebut yang berwenang menyelidiki peristiwa kejahatan itu ialah kepolisian.
 
"Hal ini justru berpotensi TNI akan main hakim sendiri atas langkah yang diambilnya," ungkap Fatia.
 
Kedua, lanjut dia, tindakan penembakan yang diduga dilakukan prajurit TNI itu merupakan kejahatan. Anggota TNI disebut melanggar Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

 
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif