Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Alasan Enam Pegawai KPK Menolak Dibina

Nasional KPK pns Penegakan Hukum Pemberantasan Korupsi ASN
Candra Yuri Nuralam • 23 Juli 2021 06:49
Jakarta: Sebanyak enam pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang gagal dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) menolak dibina. Salah satu pegawai yang menolak dibina karena KPK tidak memberikan hasil TWK kepadanya.
 
"Alasannya, karena permintaan saya atas hasil TWK, untuk mengetahui penyebab saya tidak lulus, itu tidak dipenuhi sama KPK," kata Penyidik utama nonaktif Budi Agung Nugroho melalui keterangan tertulis, Jumat, 23 Juli 2021.
 
Budi mengatakan hasil TWK penting untuknya. Jika tidak ada hasilnya, dia tidak tahu bagaimana mengevaluasi kesalahannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya tidak tahu wawasan kebangsaan saya yang mana yang harus dibenahi melalui pelatihan ini. Itu membuat pelatihan menjadi tidak jelas tujuannya," ujar Budi.
 
Baca: 18 Pegawai KPK Jalani Pelatihan Bela Negara Hari Ini
 
Kepala Satuan Tugas Pembelajaran Antikorupsi nonaktif KPK Hotman Tambunan juga menolak dibina dengan alasan yang sama. Menurut Hotman, hasil TWK penting untuk melakukan evaluasi sebelum pelatihan.
 
"Kami telah meminta hasil TWK, dan hasil TWK yang kami minta pun adalah data dan informasi yang telah diserahkan BKN ke KPK tanggap 29 April dan dipertontonkan di KPK dengan berbagai seremoni, ini pun tak diberikan, terus apa rohnya pelatihan ini?" ujar Hotman.
 
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron ogah memusingkan enam pegawai yang menolak dibina. Enam pegawai itu sudah diajak, namun tetap menolak.
 
"Kami mempersilakan kepada pegawai untuk menggunakan haknya atau tidak," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron melalui keterangan tertulis, Rabu, 21 Juli 2021.
 
Ghufron mengatakan sebanyak 18 pegawai yang gagal TWK ikut pelatihan bela negara. Mereka semua sudah memberikan pernyataan kesiapan mengikuti pelatihan untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) itu.
 
Lembaga Antikorupsi tetap menggelar pelatihan. Ghufron mengatakan pelatihan itu tidak dihentikan untuk memenuhi hak 18 orang pegawai yang bersedia dibina.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif