ilustrasi.
ilustrasi.

Haris Pertama Kecewa Satu Terdakwa Penganiayaan Divonis Bebas

Medcom • 20 Juli 2022 12:30
Jakarta: Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama keberatan dengan vonis bebas AS, salah satu terdakwa kasus pengeroyokan terhadap dirinya. Sebab, para pelaku lain dinyatakan terbukti melakukan pemukulan dan pengeroyokan tersebut.
 
Menurut Haris sangat tidak logis ketika para terdakwa lain dinyatakan terbukti bersalah, tetapi AS diputus sebaliknya. Sebab, kata Haris,  dalam kasus ini AS adalah pemberi perintah kepada para pelaku.
 
"Saya selaku korban pemukulan sangat keberatan. Sudah jelas dalam penyidikan Polda Metro Jaya menetapkan AS sebagai tersangka karena ada pengakuan dari para pelaku lainnya. Dalam BAP (berita acara perkara) disuruh oleh AS. Loh kok bisa-bisanya dia tidak terbukti dan malah bebas?" kata Haris.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Haris meminta jaksa penuntut umum mengambil langkah upaya hukum kasasi. "Kejadian seperti ini tidak dapat dibiarkan terus berulang. Saya korban dengan luka berat menolak vonis bebas AS dan meminta penuntut umum kasasi," kata Haris.
 
Seperti diketahui Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan AS tidak terbukti melakukan pemukulan kepada Haris Pertama.
 
"Terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan penuntut umum. Membebaskan terdakwa dari dakwaan penuntut umum. Memulihkan hak terdakwa dalam kedudukan harkat martabatnya," ucap hakim.
 
Putusan hakim ini sesuai dengan revisi tuntutan jaksa penuntut umum di sidang sebelumnya, AS diduga dan didakwa melakukan tindak Pidana sesuai Pasal 170 ayat (2) ke -1 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke -2 KUHP, diputusan bebas murni karena dianggap tidak bersalah dan diminta pemulihan nama baiknya.
 
Diketahui, Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama dikeroyok orang tidak dikenal di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin, 21 Februari 2022. Polisi mengamankan tiga pelaku, yakni MS (44), JT (43), SS (61). Kemudian, I dan H yang sebelumnya sempat masuk daftar pencarian orang (DPO) menyerahkan diri ke polisi. Polisi kemudian juga menetapkan seorang politikus inisial AS sebagai tersangka.
 
 
(FZN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif