Pemerintah Dituding tak Serius Membenahi Lapas

Damar Iradat 16 September 2018 17:38 WIB
sidak lapas
Pemerintah Dituding tak Serius Membenahi Lapas
Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Donal Fariz/Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai pemerintah belum serius membenahi pemberian fasilitas mewah kepada narapidana berduit di lembaga permasyarakatan. Penyalahgunaan lapas oleh napi berduit dianggap persoalan laten yang selalu berulang.

"Sampai hari ini, di rezim sekarang dan rezim sebelumnya tidak ada upaya penindakan serius yang bisa mengatasi persoalan ini," tegas Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Donal Fariz di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu, 16 September 2018.  

Menurut dia, selama ini pemerintah hanya melakukan perbaikan-perbaikan insidental. Akar persoalan malah tidak menjadi fokus.


Donal menilai penggantian kepala lapas bukan solusi ampuh. Praktik diskriminatif itu hampir pasti terjadi bukan hanya kepada orang-orang yang punya kekuasaan politik.

"Tapi juga kepada orang berduit. Dan saya meyakini praktik ini terjadi di banyak lapas," tegas Donal.

Baca: Ombudsman RI: Kamar Setnov di Sukamiskin 2 Kali Lebih Besar

Sebelumnya, Ombudsman RI menemukan kejanggalan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Lapas Sukamiskin, Kamis, 13 September 2018. Anggota Ombudsman Nanik Rahayu memergoki M. Nazaruddin tengah 'nongkrong' di kamar Setya Novanto.

Mantan Bendahara Partai Demokrat dan eks ketua DPR itu tengah asyik mengobrol. "Mereka lagi nongkrong di situ. Soal apa yang diobrolkan, ya, saya enggak tahu," ucap Nanik.

Setya Novanto membantah temuan Ombudsman RI. "Enggak ada itu. Biasa itu," kata dia di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 14 September 2018.

Novanto menyatakan kamar yang ditempatinya saat ini adalah kamar bekas tahanan lain. Ukuran kamarnya sesuai standar Lapas Sukamiskin.

"Itu kan bekas lapas, enggak ada kok yang besar, sama saja lah, standardisasi sama," ujar eks Ketum Golkar itu.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id