Kebakaran hutan. Foto: MI/Amiruddin Abdullah Reubee
Kebakaran hutan. Foto: MI/Amiruddin Abdullah Reubee

KLHK Memenangi Gugatan Karhutla di Jambi

Nasional Kebakaran Lahan dan Hutan
Indriyani Astuti • 13 Desember 2019 07:55
Jakarta: Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan gugatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terhadap PT Kaswari Unggul. Gugatan ini terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
 
PT Kaswari Unggul dianggaptelah melawan hukum dalam kebakaran di lahan mereka seluas 129,18 hektare di Tanjung Jabung Timur, Jambi, pada 2015. Tergugat diwajibkan membayar ganti rugi materiel dan biaya pemulihan lingkungan hidup sebesar Rp25,5 miliar. Putusan ini lebih rendah daripada gugatan KLHK sebesar Rp25,6 miliar.
 
Direktur Jenderal (Dirjen) Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani mengapresiasi putusan dari majelis hakim yang diketuai Akhmad Jaini. Dia menekankan karhutla merupakan kejahatan luar biasa sehingga harus ditindak tegas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pihak korporasi harus bertanggung jawab atas karhutla di lokasi mereka," kata Ridho di Jakarta, Kamis, 13 Desember 2019.
 
KLHK tidak akan berhenti mengejar pelaku karhutla. Walaupun kejadiannya sudah berlangsung lama, pemerintah bakal tetap menindak para pelaku mengingat aksi mereka berdampak langsung kepada kesehatan masyarakat, ekonomi, dan ekosistem.
 
"Serta berdampak pada wilayah yang luas dalam waktu yang lama. Tidak ada pilihan lain. Agar jera, pelaku harus kita tindak sekeras-kerasnya,'' ungkap dia.
 
Dia menambahkan pihaknya akan menggunakan semua instrumen hukum agar pelaku karhutla jera. Pencabutan izin, ganti rugi, denda, penjara, dan pembubaran perusahaan, bakal diterapkan.
 
Direktur Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup KLHK Jasmin Ragil Utomo menerangkan sudah ada 17 perusahaan terkait karhutla yang digugat. Sembilan perkara sudah berkekuatan hukum tetap dengan nilai gugatan mencapai Rp3,15 triliun.
 
"Jumlah perkara karhutla yang kita gugat akan bertambah. Kami sedang menyiapkan gugatan karhutla 2019. Perkaranya akan dimasukkan pada 2020," jelas dia.
 
Terkait karhutla pada 2019, KLHK telah menyegel 83 lokasi korporasi yang terbakar dan menetapkan 8 korporasi sebagai tersangka. Satu kasus dengan tersangka perorangan juga segera disidangkan.
 
Selain gugatan perdata, kata Ragil, KLHK tengah memproses gugatan pidana terhadap PT Kaswari Unggul. Perusahaan itu dianggap tidak kooperatif, bahkan enggan melaksanakan sanksi administratif yang sebelumnya diberikan berupa pencabutan izin.
 
"Kasus pidana saat ini sedang dalam proses persidangan. Lokasi PT Kaswari Unggul juga disegel kembali oleh penyidik KLHK karena terbakar lagi pada 2019," papar Ragil.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif