Eni Maulani Saragih/MI/Rommy Pujianto
Eni Maulani Saragih/MI/Rommy Pujianto

Direktur PT Smelting Bantah Beri Eni Uang

Nasional OTT KPK Korupsi PLTU Riau-1
Damar Iradat • 26 Desember 2018 17:35
Jakarta: Direktur PT Smelting Prihadi Santoso membantah memberikan uang kepada mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih. Uang itu diberikan orang lain yang mengatasnamakan dirinya.
 
"Ini yang harus saya sangkal. Di BAP (berita acara pemeriksaan), pertama saya sangkal adanya aliran dana. Saya katakan (kepada penyidik) saya enggak tahu," kata Prihadi saat menjadi saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Desember 2018.
 
Baca: Saksi Mengaku Setorkan Uang dari Pengusaha Untuk Eni

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah itu, Prihadi menghubungi salah satu orang kepercayaan Eni, Indra Purmandani. Ia baru mengetahui uang tersebut diberikan Andre, salah satu pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I). Prihadi merupakan Ketua AP3I.
 
Ia lalu mengonfirmasi hal tersebut kepada Andre. Andre mengakui telah mengirimkan uang kepada Eni melalui Indra. Jumlah uang yang ditransfer ke rekening Indra Rp200 juta dan dikirim bertahap.
 
Indra yang juga dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan menyebut uang yang ia terima dari Andre Rp250 juta. Uang itu ia terima empat kali. Uang ditransfer ke rekeningnya dengan total Rp200 juta. Sedangkan Rp50 juta ia terima tunai.
 
Menurut Indra, awalnya ia menghubungi Prihadi terkait permintaan uang dari Eni untuk kebutuhan sosial di Temanggung. Namun, saat itu, Prihadi mengarahkan Indra langsung berhubungan dengan Andre.
 
"Saya pernah bilang ke Pak Pri. Terus Pak Pri bilang tolong hubungi Andre," jelas Indra.
 
Baca: Saksi Mengakui Disuruh Eni Mengambil Uang
 
Prihadi mengaku tidak ingat detail keterangan Indra. Menurut dia, Indra dan Andre memang saling kontak.
 
Eni didakwa menerima gratifikasi sejumlah uang dari beberapa pengusaha migas berupa uang sejumlah Rp5,6 miliar dan SG$40.000. Dalam surat dakwaan, jaksa meyakini, uang-uang gratifikasi tersebut digunakan untuk kampanye Al Hadziq sebagai calon bupati di Pilkada Temanggung.
 
Nama Prihadi selaku Direktur PT Smelting turut disebut dalam surat dakwaan jaksa. Dalam surat dakwaan, Prihadi disebut menyerahkan uang sebesar Rp250 juta kepada Eni.
 
Dalam perkara gratifikasi, Eni didakwa melanggar Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.
 

(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi