Kasus Korupsi KTP-el Ganggu Kinerja Kemendagri
Mendagri Tjahjo Kumolo. (Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)
Jakarta: Kasus korupsi KTP-el secara tak langsung mengganggu kinerja Kementerian Dalam Negeri, khususnya Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil. Pasalnya, pejabat Kemendagri selalu dipanggil setiap ada tersangka baru.

"Pasti ada halangan, secara psikologis. Karena tiap diputuskan tersangka baru, pasti pejabat kami, staf kami yang menangani itu pasti dipanggil sebagai saksi untuk mengisi, memperkuat berkas perkara," kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Jakarta Barat, Kamis, 26 April 2018.

Ia menyebut hal yang sama akan terjadi pada pihak lain, jika dipanggil sebagai saksi. Sebab, secara psikis, hal tersebut akan mempengaruhi kinerja.


"Pasti mengganggu dong, anda saja kalau dipanggil polisi bolak-balik juga terganggu. Walaupun hanya sebagai saksi, pasti secara psikis terganggu," ungkap dia.

Pun demikian, Tjahjo meyakinkan tak ada gangguan teknis dalam pengerjaan KTP-el. Semua komponen dipastikan siap melayani masyarakat. Kesediaan blangko dan kelengkapan lainnya tak mengalami gangguan.

Tjahjo maklum dengan KPK yang terus memanggil anak buahnya. Ia berjanji Kemendagri akan bersikap kooperatif. "Tapi enggak ada masalah, ini kan supaya cepat selesai aja," kata Tjahjo.

Seperti diketahui, dua orang petinggi Kemendagri ditetapkan sebagai tersangka. Mereka yakni eks Dirjen Dukcapil Irman dan Mantan Direktur Pengelolaan Informasi dan Administrasi Ditjen Dukcapil Kemendagri.

 



(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id