Penahanan Perantara Suap di Kebumen Diperpanjang

Juven Martua Sitompul 15 Mei 2018 05:20 WIB
kasus suapkorupsi
Penahanan Perantara Suap di Kebumen Diperpanjang
Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati. (Foto: ANTARA/ Rivan Awal Lingga)
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan tersangka Hojin Anshori (HA). Penahanan tersangka kasus dugaan suap atas sejumlah proyek di lingkungan Kabupaten Kebumen itu diperpanjang selama 30 hari ke depan.

"Perpanjangan penahanan yang kedua selama 30 hari untuk tersangka HA," kata Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 14 Mei 2018.

Menurut Yeye, perpanjangan masa penahanan terhadap anggota tim sukses Bupati Kebumen, M Yahya Fuad pada Pilkada Kebumen pada 2016 lalu itu dimulai sejak 16 Mei hingga 17 Juni 2018. Perpanjangan penahanan dilakukan demi kepentingan penyidikan.


KPK sebelumnya menetapkan Hojin Anshori bersama dengan Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad sebagai tersangka dalam dua perkara. Selain keduanya, penyidik juga ikut menetapkan Komisaris PT KAK Khayub Muhamad Lutfi sebagai tersangka pemberi suap.

Yahya Fuad diduga menerima suap terkait sejumlah proyek di Kebumen. Terdapat sekitar Rp2,3 miliar fee sejumlah proyek yang dikumpulkan Khayub dari sejumlah kontraktor. Fee proyek itu diberikan Khayub kepada Yahya Fuad melalui Hojin.

Pada kasus suap, Yahya dan AH dijerat dengan pasal 12 huruf B Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan pada kasus gratifikasi, Yahya dan AH dijerat dengan pasal 12 huruf B Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, KML selaku pihak pemberi gratifikasi dan suap dari pengadaan barang dan jasa APBD Kebumen itu dijerat dengan pasal 5 ayat 1 atau b atau pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.‎




(SCI)