Juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri. Medcom.id/Fachri
Juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri. Medcom.id/Fachri

KPK Bantah Kasus Bambang Kayun Limpahan dari Mabes Polri

Candra Yuri Nuralam • 24 November 2022 14:57
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah dugaan suap dan gratifikasi terkait pemalsuan surat dalam perkara perebutan hak ahli waris PT Aria Citra Mulia merupakan limpahan dari Mabes Polri. Lembaga Antikorupsi mengusut kasus itu karena menerima laporan dari masyarakat.
 
"Berawal dari adanya laporan pengaduan masyarakat ke KPK," kata juru bicara bidantg penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Kamis, 24 November 2022.
 
KPK menegaskan pihaknya melakukan penyelidikan dan penyidikan sendiri untuk mendalami kasus itu. Dari hasil penyidikan, anggota Polri Bambang Kayun Bagus PS ditetapkan sebagai tersangka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami akan sampaikan setiap perkembangannya dan memastikan seluruh prosesnya dilakukan secara profesional, transparan, dan mematuhi ketentuan hukum berlaku," ucap Ali.
 

Baca: KPK Blokir Rekening Anggota Polri Bambang Kayun


Sementara itu, Polri mengeklaim kasus Bambang Kayun sempat ditangani Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Bareskrim. Kemudian, Korps Bhayangkara melimpahkan kasus Bambang Kayun ke KPK agar bisa diproses dengan maksimal.
 
"Untuk perkara dimaksud, Tipidkor juga sedang tangani kasusnya. Perkembangan akhir antara Tipidkor dan KPK sedang koordinasi hingga saat ini dalam rangka pelimpahan penanganannya," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Rabu, 23 November 2022.
 
Dedi mengatakan pelimpahan kasus ke KPK demi tegaknya hukum yang benar. Meski dilimpahkan, Dittipidkor Bareskrim Polri tetap berkoordinasi intens dengan Lembaga Antirasuah mengenai kasus tersebut.
 
Bambang Kayun Bagus PS ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Dia diduga menerima uang miliaran rupiah dan mobil Fortuner sebagai bayaran suap.
 
KPK digugat praperadilan usai menetapkan anggota Polri Bambang Kayun Bagus PS sebagai tersangka. Gugatan diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
 
Gugatan itu terdaftar dengan nomor 108/Pid.Pra/2022/PN JKT.SEL. Klasifikasi perkaranya berkaitan dengan sah atau tidaknya penetapan tersangka.
 
Dalam gugatannya, Bambang menyebut telah ditetapkan tersangka oleh KPK karena diduga menerima hadiah atau janji saat menjabat sebagai Kepala Subbagian Pidana dan Hak Asasi Manusia (HAM) bagian Penerapan Hukum Biro Bankum Divisi Hukum Polri pada 2013 sampai dengan 2019. Uang itu disebut dari Emylia Said dan Hermansyah.
 
Bambang juga meminta hakim praperadilan memerintahkan KPK mencabut upaya pemblokiran seluruh rekeningnya.
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif