Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. ANT/Indrianto Eko.
Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. ANT/Indrianto Eko.

Polisi Kembali Panggil Dahnil Anzar

Nasional polri
Siti Yona Hukmana • 06 Januari 2019 07:49
Jakarta: Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya berencana memanggil kembali mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak terkait kasus dugaan penyelewengan anggaran Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia tahun 2017. Polisi masih membutuhkan keterangan Dahnil.

Namun, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan enggan membeberkan jadwal pemanggilan tersebut. Ia hanya memastikan Dahnil akan memenuhi panggilan polisi.

"Ya sesuai surat yang dari pak Dahnil sendiri yang bersangkutan berkenan hadir. Kami tinggal coba untuk melihat kembali menghubungi. Kan waktu itu suratnya dilayangkan oleh penasihat hukumnya. Nanti kami tanyakan ke penasihat hukumnya," kata Adi saat dikonfirmasi, Sabtu, 5 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Lebih lanjut, polisi masih menyelidiki dugaan penyelewengan dana kemah itu. Polda Metro Jaya juga berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan untuk mencari tahu kerugian negara akibat kegiatan yang diinisiasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu. "Belum (keluar potensi kerugian negara), kan itu semua juga hasil dari data kami, akan kami sampaikan ke BPK. Baru nanti BPK berdasarkan data kita melakukan penilaian, melakukan audit, penghitungan," imbuhnya.

Diketahui, pemeriksaan kedua Dahnil sedianya diagendakan pada 14 Desember 2018. Namun, Dahnil meminta ditunda.

Polisi meningkatkan kasus ini ke tingkat penyidikan karena diduga ada mark-up data keuangan di LPJ yang dibuat Pemuda Muhammadiyah. Polisi menyebut dugaan penyimpangan ini baru ditemukan di LPJ Pemuda Muhammadiyah, sedangkan LPJ GP Ansor tak ditemukan penyimpangan.

Terkait kasus ini, Pemuda Muhammadiyah juga sempat mengembalikan uang senilai Rp2 miliar kepada Kemenpora. Namun pihak Kemenpora mengembalikan cek Rp2 miliar itu dengan alasan tak ditemukan permasalahan dalam kegiatan kemah pemuda berdasarkan LHP BPK.


(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi