Tersangka kasus suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 Eni Maulani Saragih menjawab pertanyaan wartawan seusai pemeriksaan di KPK, Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Tersangka kasus suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 Eni Maulani Saragih menjawab pertanyaan wartawan seusai pemeriksaan di KPK, Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Putra Novanto Kenalkan Eni ke Bos BlackGold

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Damar Iradat • 22 Januari 2019 13:52
Jakarta: Putra mantan Ketua DPR Setya Novanto, Rheza Herwindo, disebut berperan mengenalkan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih kepada Bos BlackGold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo. Saat itu, pertemuan dilakukan di ruangan kerja Novanto di DPR.
 
Eni mengatakan pertemuan itu dihadiri oleh Rheza dan orang kepercayaannya, Indra Purmandani. Novanto mulanya mengenalkan Eni dengan Rheza yang nantinya akan mempertemukan dengan Kotjo.
 
"Anaknya Pak Nov, Rheza, yang ‎mempertemukan saya dengan Pak Kotjo," kata Eni saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 22 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Novanto, kata Eni, memintanya agar memfasilitasi Kotjo bertemu dengan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir. Eni mengaku tak bisa menolak perintah Novanto itu.
 
"Karena pada waktu itu Pak Nov tahu Komisi VII berurusan dengan PLN. Intinya, saya diminta untuk bantu keperluan Pak Kotjo," terang dia.
 
Eni sebelumnya didakwa menerima suap Rp4,75 miliar dari Kotjo. Uang suap itu diberikan agar perusahaan Kotjo, BlackGold Natural Resources Limited, mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Riau (PLTU MT Riau-I).
 
Dalam surat dakwaan, diketahui jika uang tersebut mengalir ke Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar. Uang untuk Munaslub diminta Eni kepada Kotjo atas perintah Idrus Marham yang saat itu menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) ketua umum Partai Golkar.
 
Baca: Novanto Disebut Minta Proyek ke PLN
 
Eni kemudian menghubungi Kotjo dan meminta uang sejumlah USD3.000.000 dan SGD400.000. Kendati begitu, Kotjo tidak langsung merespons permintaan Eni dan Idrus.
 
Dia didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 dan Pasal 12 B ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP.
 


 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif