Juru bicara KPK Febri Diansyah - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Juru bicara KPK Febri Diansyah - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Sebelum Pemukulan, KPK Gelar Rapat Bersama Pemprov Papua

Nasional kpk
Juven Martua Sitompul • 11 Februari 2019 22:18
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat menggelar rapat dengan Pemprov Papua, sebelum terjadi insiden penganiayaan terhadap dua pegawainya di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Rapat yang digelar di Gedung KPK, pada Jumat, 1 Februari 2019 itu bahkan dihadiri oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe.
 
Rapat itu membahas program-program koordinasi dan supervisi pencegahan (korsupgah) korupsi KPK di Papua. Dalam rapat itu juga ditegaskan jika KPK akan tetap menindak kepala daerah atau penyelanggara negara yang melakukan korupsi.
 
"KPK sampaikan pada seluruh kepala daerah dan DPRD di beberapa daerah, KPK menegaskan program pencegahan harus dilakukan dengan komitmen yang penuh, sehingga jika ada kepala daerah yang melakukan korupsi, maka tetap akan diproses sesuai aturan yang berlaku," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 11 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Febri menjelaskan rapat antara KPK dengan Pemprov Papua diawali dengan kickoff one map yang digelar tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) di Gedung KPK, Jakarta, sehari sebelumnya, Kamis, 31 Januari 2018.
 
Kegiatan ini turut mengundang Kementerian/Lembaga terkait seperti Kementerian LHK, Kementerian ESDM, BIG, Kemenko Perekonomian, Bappenas, serta perwakilan sejumlah Pemprov, yakni Pemprov Riau, Kalteng, Kaltim, Sulbar, dan Papua. Dari pihak Pemprov Papua diwakili oleh Sekda, Asisten II, Inspektur, Kadis Perkebunan, Kadis Kelautan Perikanan, Plt Kadis ESDM, dan sejumlah pejabat/pegawai terkait.
 
Saat itu, kata Febri, agar kegiatan Korsupgah di Papua efektif, tim KPK kemudian meminta jajaran Pemprov Papua menggelar pertemuan di Ruang Rapat Gedung Merah Putih untuk membicarakan perkembangan program pencegahan korupsi di Pemprov Papua.
 
Gubernur Papua, Lukas diminta hadir dalam pertemuan karena ada beberapa hal penting yang harus dibicarakan. Apalagi, Lukas baru saja memulai periode anyarnya sebagai Gubernur Papua.
 
"Hal penting tersebut antara lain, rencana perombakan pejabat di Pemprov Papua yang sedang disiapkan agar dipastikan dipilihnya orang-orang yang berintegritas dan berkompeten dan bagaimana lebih mengefektifkan program Korsupgah di Pemprov Papua," ujar Febri.
 
Sekda Papua, Tea Hery Dosinaen ketika itu menyebut jika Lukas sedang berada di Jakarta. Akhirnya, pertemuan antara KPK dan Lukas didampingi Hery Dosinaen pun digelar di Ruang Rapat Pleno Pencegahan KPK pada Jumat, 1 Februari 2019.
 
Pertemuan itu dihadiri oleh Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. Termasuk, Deputi Bidang Pencegahan dan Tim Korsupgah yang wilayah tugasnya di Provinsi Papua.
 
"Program Korsupgah yang dibahas adalah pengelolaan APBD, PBJ, PTSP, penguatan APIP, manajemen ASN, LHKPN, dan optimalisasi Penerimaan Daerah," pungkas Febri.
 
Sebagai informasi, Dua pegawai KPK dianiaya orang tidak dikenal di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu, 2 Februari 2019. Penganiayaan terjadi saat kedua pegawai KPK itu tengah mengintai dugaan adanya praktik korupsi di lokasi tersebut.
 
Kedua petugas KPK sempat memperlihatkan identitas maupun surat tugas kepada orang tidak dikenal tersebut. Namun, pemukulan itu terus dilakukan hingga kedua petugas KPK dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi karena mengalami luka serius di bagian wajah. Kasus ini pun telah ditangani Polda Metro Jaya.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif