Ratna Sarumpaet. Medcom.id/ Ilham Pratama.
Ratna Sarumpaet. Medcom.id/ Ilham Pratama.

Hoaks Ratna Sarumpaet karena Ada Intervensi

Nasional hoax
Ilham Pratama Putra • 26 April 2019 03:18
Jakarta: Ahli sosiologi, Trubus Rahadiansyah membedah potensi keonaran yang ditimbulkan dalam kasus kebohongan seniman Ratna Sarumpaet. Hal itu dia ungkapkan dalam sidang lanjutan terhadap Ratna sebagai terdakwa.
 
Dalam perkara Ratna, dosen sosiologi hukum Universitas Trisakti, Jakarta ini mengatakan keonaran merupakan kondisi yang tidak kondusif. Salah satu penyebabnya intervensi atau pengaruh seseorang di media sosial (medsos).
 
"Sangat tinggi. Artinya, intervensi yang terjadi di dunia maya membentuk perilaku orang. Misal dunia maya sajikan pornografi. Lalu orang akan terpengaruh melakukan penyimpangan di dunia nyata," kata Trubus di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 25 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan tingkat keonarannya juga tergantung dari siapa yang membuat keonaran tersebut. Semakin tinggi status dan peran yang bersangkutan, maka semakin besar pengaruhnya ke masyarakat.
 
"Dia punya status dan peran berarti dia punya pengaruh tinggi. Kalau kaitannya perubahan sosial, kalau dia bikin pengaruh negatif, ya perubahan sosialnya negatif bisa jadi bentuk keonaran, pro kontra. Peran seseorang tadi, bisa opini bisa statement," kata Trubus.
 
Kasus hoaks Ratna bermula dari foto lebam wajahnya yang beredar di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna dipukuli orang tak di kenal di Bandung, Jawa Barat. Ratna kemudian mengakui kabar itu tak benar. Mukanya lebam karena menjalani operasi plastik.
 
Ratna ditahan setelah ditangkap di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis, 4 Oktober 2018 malam. Saat itu, Ratna hendak terbang ke Chile.
 
Akibat perbuatannya, Ratna didakwa melanggar Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif