Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Eks Direktur Pemasaran PT PN III Dihukum Empat Tahun Bui

Nasional Kasus Suap
Fachri Audhia Hafiez • 04 Juni 2020 05:38
Jakarta: Mantan Direktur Pemasaran PT Perkebunan Nusantara (PT PN) III I Kadek Kertha Laksana divonis empat tahun penjara. Terdakwa kasus suap terkait distribusi gula kristal putih itu juga dikenakan pidana denda sebesar Rp400 juta subsider dua bulan kurungan.
 
"Mengadili, menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata Ketua Majelis Hakim M Siradj di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 3 Juni 2020.
 
Hukuman ini lebih rendah dari tuntutan jaksa yang meminta Kadek divonis lima tahun penjara. Jaksa juga menjerat Kadek membayar denda Rp200 juta subsider empat bulan kurungan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam pertimbangannya, majelis hakim tidak mengabulkan permohonan Kadek untuk menjadi justice collaborator (JC). Kadek dinilai tidak memenuhi persyaratan sebagai JC.
 
"Terkait dengan JC, majelis hakim berpendapat selama persidangan berlangsung terdakwa tidak memenuhi syarat untuk jadi JC," ujar Siradj.
 
Ada beberapa hal yang memberatkan dan meringankan terdahap hukuman Kadek. Hal yang memberatkan ialah perbuatan Kadek tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi
 
Sedangkan, sikap Kadek yang sopan selama persidangan, belum pernah dihukum, menyesali perbuatannya, dan memiliki tanggungan keluarga menjadi pertimbangan hakim untuk memberikan keringanan hukuman.
 
Kadek bersama Direktur Utama PT PN III Dolly Parlagutan diyakini terbukti menerima suap SGD345 atau setara Rp3,55 miliar terkait distribusi gula kristal putih. Fulus tersebut berasal dari Direktur Utama PT Fajar Mulia Transindo sekaligus penasihat PT Citra Gemini Mulia Pieko Nyotosetiadi.
 
Baca: Eks Bos PTPN III Divonis Lima Tahun Penjara
 
Suap dilakukan agar Dolly dan Kadek memberikan long term contract (LTC) kepada Pieko atas pembelian gula kristal putih yang diproduksi petani gula dan PT PN di seluruh Indonesia. Distribusi gula diakomodasi melalui PT PN III holding perkebunan.
 
Kadek terbukti melanggar Pasal 12 huruf b Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
 
Sementara itu, Dolly Parlagutan Pulungan juga telah dijatuhi hukuman selama lima tahun penjara. Hukuman itu ditambah dengan pidana denda Rp300 juta subsider tiga bulan kurungan.
 

(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif