NEWSTICKER
Ilustrasi KPK. Foto: MI
Ilustrasi KPK. Foto: MI

KPK Selisik Hubungan Politikus PAN dengan Supriyono

Nasional Kasus Suap
Candra Yuri Nuralam • 06 Februari 2020 23:31
Jakarta:Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar anggota DPR Fraksi Partai PAN Ahmad Rizki Sadig terkait hubungannya dengan Mantan Ketua DPRD Tulungagung Supriyono. Rizki mengetahui ihwal praktik kotor yang dilakukan Supriyono.
 
"Penyidik memanggil saksi adalah untuk memperjelas rangkaian perbuatan yang disangkakan berdasarkan unsur-unsur pasal yang kemudian ditersangkakan," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Februari 2020.
 
Rizki dalam kasus ini dinilai sebagai orang yang mengetahui aliran skandal rasuah tersebut. Namun, Ali enggan memerinci materi pemeriksaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi tetap rangkaian perbuatan tersangka yang kita tersangkakan ketika mengambil saksi ya digali terkait dengan sejauh mana kemudian penyidik menggali fakta-fakta ya, menggali bagaimana perbuatan daripada tersangka sebagai pemenuhan unsur," ujar Ali.
 
Riski diduga kuat terlibat dalam kasus ini. Apalagi, tim penyidik telah menggeledah kediaman Riski di wilayah Jawa Timur pada medio, Juli 2019.
 
Penggeledahan bagian dari proses penyidikan perkara suap pembahasan, pengesahan, dan pelaksanaan APBD dan/atau APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2015-2018, yang menjerat Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Supriyono.
 
Penggeledahan dilakukan terkait dengan sumber dana APBD Tulungagung dari Bantuan Keuangan APBD Provinsi Jawa Timur. Keterlibatan Riski menguat setelah diungkap dalam persidangan mantan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo.
 
Dalam persidangan, jaksa menyebut jika Wakil Ketua Badan Anggaran ini menerima aliran dana Rp2,93 miliar. Uang juga mengalir ke Wabup Tulungagung yang kini jadi Bupati Tulungagung Maryoto Birowo sebesar Rp4,675 miliar, Sekda Tulungagung Indra Fauzi sebesar Rp 700 juta, Kepala BPAKD Tulungagung Hendry Setiyawan Rp2,985 miliar dan aparat penegak hukum, wartawan serta LSM sebesar Rp2,222 miliar.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif