Grafis/Medcom.id
Grafis/Medcom.id

Polda Metro Gandeng Kemenkominfo Berantas Aborsi ilegal

Nasional Kominfo aborsi ilegal
Siti Yona Hukmana • 24 September 2020 19:14
Jakarta: Jasa aborsi ilegal kerap ditawarkan melalui internet. Polisi berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk memberantas praktek terlarang tersebut.
 
"Ke depannya kita koordinasi dengan Kemenkominfo dan cyber crime untuk patroli karena ini sangat terbuka untuk menawarkan aborsi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 24 September 2020.
 
Baca:Klinik Aborsi Ilegal Cempaka Putih Jaring Pasien Secara Daring

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yusri mencontohkan klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara 3, Cempaka Putih, Jakarta Pusat yang dibongkar pada Rabu, 9 September 2020. Kemudian klinik aborsi ilegal di Raden Saleh, Jakarta Pusat yang diungkap Senin, 3 Agustus 2020, dan klinik Paseban Raya, Senen, Jakarta Pusat yang dibongkar Februari 2020.
 
"Ini bukan model modus operandi yang baru dalam kasus aborsi ilegal ini," ungkap Yusri.
 
Yusri meyebut ketiga klinik itu menggunakan media sosial para calo yang dipekerjakan. Calo-calo itu, kata dia, tidak terikat pada satu klinik. Mereka bisa bekerja untuk klinik ilegal lainnya.
 
"Mereka bermain hanya di website mereka sendiri, ada masing-masing perannya," papar Yusri.
 
Klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara 3, Cempaka Putih, Jakarta Pusat telah melayani 32.760 pasien sejak 2017. Sementara itu, klinik aborsi ilegal di Jalan Raden Saleh telah melayani 2.638 pasien aborsi sejak 2 Januari 2019 hingga 10 April 2020, dan klinik aborsi ilegal di Paseban telah malayani 903 pasien aborsi sejak 2018.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif