Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar di Mabes Polri. Foto: Medcom/Yona
Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar di Mabes Polri. Foto: Medcom/Yona

Densus 88 Buru Otak Jamaah Islamiyah

Nasional terorisme polri MUI Teroris radikalisme densus 88
Siti Yona Hukmana • 25 November 2021 18:17
Jakarta: Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri fokus memburu penggerak atau otak kelompok teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI). Pasalnya, para kombatan atau pelaku pengeboman bisa beraksi atas perintah otak JI. 
 
"Kami makin naik ke atas, kami sudah jauh dari tangan yang dulunya berlumuran lumpur dengan darah, yang bagian meledak-meledak, yang bagian menyerang-menyerang. Sekarang kami naik ke atas ke bagian otak, strategi seperti pendanaan dan lainnya," kata Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 25 November 2021. 
 
Aswin mengatakan Densus tengah berupaya mengikis dan melemahkan pergerakan jaringan itu. Namun, upaya itu tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, lantaran JI terus mengembangkan organisasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aswin membeberkan JI melakukan pendanaan melalui kegiatan-kegiatan resmi yang menarik simpati publik. Seperti sektor pendidikan hingga pengiriman bantuan ke negara-negara Suriah. 
 
"Sehingga memang tidak kelihatan seperti itu (pendanaan terorisme). Padahal itu adalah bagian dari program atau strategi untuk meraih simpati masyarakat," ungkap Aswin. 
 
Baca:  Densus 88 Bantah Sembunyikan Farid Okbah Cs dan Intimidasi Keluarga
 
Aswin miris dengan reaksi masyarakat yang menilai detasemen berlambangkan burung hantu itu telah zalim dan mengkriminalisasi ulama. Dia menegaskan Densus menangkap pelaku sesuai bukti permulaan yang cukup. 
 
"Tidak ada tindakan kami yang tidak berdasarkan bukti yang cukup," tegas dia.
 
Densus 88 menangkap tiga terduga teroris yang merupakan ustaz, yakni Farid Okbah, Ahmad Zain An-Najah, dan Anung Al Hamat, di kediaman masing-masing Kecamatan Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa dini hari, 16 November 2021. Ketiganya diduga kuat terlibat dengan JI.
 
Ahmad Zain dan Farid Okbah disebut Ketua dan Anggota Dewan Syariah Lembaga Amil Zakat Baitul Mal Abdurrahman bin Auf (LAZ BM ABA). Sedangkan, Anung merupakan pendiri Perisai Nusantara Esa. Yakni badan yang dibuat untuk perbantuan hukum terhadap anggota JI yang tertangkap. 
 
Para tersangka dijerat Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Tindak Pidana Terorisme dan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2003 tentang Pendanaan Terorisme dengan ancaman 15 tahun penjara.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif