Ilustrasi KPK. MI
Ilustrasi KPK. MI

Penyidikan Korupsi Bupati Labuhanbatu Utara Dipertajam Lewat 2 Kadis

Nasional kpk kasus korupsi
Fachri Audhia Hafiez • 11 November 2020 11:20
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan penyidikan kasus rasuah yang menjerat Bupati Labuhanbatu Utara, Sumatra Utara, periode 2016-2021, Khairuddin Syah (KSS) alias Buyung. Penyidik memeriksa dua saksi, yakni Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu Utara Sofyan, dan Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu Utara Heri Wahyudi Marpaung.
 
"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka KSS," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu, 11 November 2020.
 
Penyidik juga memanggil dua saksi lainnya, yakni mantan Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Pemkab Labuhanbatu Utara M Ikhsan dan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Medan Lahiri Amri Ghoniu Hasibuan. Pemeriksaan dilakukan di Polres Asahan, Sumatra Utara. Namun, Ali belum membeberkan keterkaitan para saksi dalam perkara rasuah ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Khairuddin ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengurusan dana alokasi khusus (DAK) APBN Perubahan 2017 dan APBN 2018. Eks Wakil Bendahara Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2016-2019, Puji Suhartono (PJH), juga ditetapkan sebagai tersangka.
 
Baca: Bupati Labuhanbatu Utara dan Eks Wabendum PPP Tersangka Korupsi DAK
 
Perkara ini merupakan pengembangan dari perkara dugaan suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah dalam RAPBN Perubahan 2018. Dalam perkara terbaru, Khairuddin diduga menyuap dua pegawai Kementerian Keuangan agar memperoleh potensi DAK sesuai yang diajukan sebesar Rp504,7 miliar.
 
Keduanya adalah Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo dan mantan Kepala Seksi Perencanaan Dana Alokasi Khusus Fisik Kementerian Keuangan, Rifa Surya. Fulus diberikan dari Khairuddin secara bertahap senilai total 290 dolar Singapura dan Rp500 juta.
 
Sedangkan, Puji Suhartono diduga menampung salah satu uang suap senilai Rp100 juta melalui rekeningnya. Uang tersebut terkait pengurusan DAK pada APBN pada 2018 untuk Kabupaten Labuhanbatu Utara.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif