Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Polisi Akan Layangkan Panggilan Kedua untuk Rizieq

Nasional polri protokol kesehatan Muhammad Rizieq Shihab
Siti Yona Hukmana • 01 Desember 2020 18:18
Jakarta: Pentolan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad RIzieq Shihab tidak memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya dengan alasan beristirahat. Penyidik Polda Metro Jaya akan melayangkan surat panggilan kedua untuk Rizieq.
 
"Mudah-mudahan kita jadwalkan Kamis (3 Desember 2020)," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 1 Desember 2020.
 
Dia berharap Rizieq dapat kooperatif. Dia akan dimintai keterangan terkait kasus pelanggaran protokol kesehatan saat acara pernikahan anaknya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"(Diharappkan) nanti panggilan keduayang bersangkutan hadir memenuhi panggilan penyidik Krimum Polda Metro Jaya," ujar mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat itu.
 
Baca: Rizieq Diperbolehkan Mangkir Pemeriksaan dengan Syarat
 
Akad nikah anak Rizieq dan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 14 November 2020, ramai didatangi pengikut Rizieq. Banyak jemaah yang berkerumun, tidak menjaga jarak, dan meningkatkan potensi penyebaran covid-19.
 
Sejumlah peserta juga kedapatan tidak menggunakan masker. Banyak pula peserta acara menggunakan masker tak sesuai ketentuan, seperti digunakan di bawah dagu.
 
Akibatnya, terjadi klaster baru penyebaran covid-19 di lokasi tersebut. Setidaknya ada 30 orang positif covid-19 di Petamburan, Jakarta Pusat.
 
Polisi menyatakan ada unsur pidana dalam pelanggaran protokol kesehatan tersebut. Kini polisi tengah mencari tersangka yang bisa dikenakan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dengan ancaman kurungan satu tahun atau denda Rp100 juta.
 
Lalu, Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan untuk Melakukan Kekerasan dan Tidak Menuruti Ketentuang Undang-undang, dengan ancaman enam tahun penjara atau denda Rp4.500. Pasal 216 ayat 1 KUHP tentang Menghalang-halangi Ketentuan Undang-undang, dengan ancaman pidana penjara empat bulan dua minggu atau denda Rp9.000.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif