mantan Presiden Direktur Lippo Cikarang Bartholomeus Toto (BTO). ANT/M Adimaja.
mantan Presiden Direktur Lippo Cikarang Bartholomeus Toto (BTO). ANT/M Adimaja.

Sidang Perdana Praperadilan Eks Bos Lippo Cikarang Ditunda

Nasional sidang praperadilan
Kautsar Widya Prabowo • 16 Desember 2019 15:52
Jakarta: Sidang perdana gugatan praperadilan penetapan tersangka mantan Presiden Direktur Lippo Cikarang Bartholomeus Toto (BTO) dalam kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta ditunda. Perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta sidang ditunda selama empat minggu.
 
Sidang perdana itu sejatinya digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan agenda pembacaan permohonan peradilan. Hakim tunggal PN Jakarta Selatan Sudjarwanto memutuskan sidang ditunda hingga awal Januari.
 
"Sidang ditunda (menjadi) Senin tanggal 6 Januari 2020 karena termohon (KPK) tidak hadir," kata Humas PN Jaksel Achmad Guntur saat dikonfirmasi, Senin, 16 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kuasa hukum Toto, Masyhud meminta perwakilan KPK menghadiri persidangan pada 6 Januari 2020. Ia meminta mejelis hakim dapat bersikap objektif mengadili kasus kliennya.
 
"Karena ini upaya hukum yang kita jalani untuk hak dan kewajiban klien kami. Harapan kami, hakim objektif dalam menilai perkara ini dengan dalil-dalil yang kita sampaikan," jelas Masyhud.
 
Sebelumnya, panitera pengadilan PN Jaksel telah menerima berkas gugatan dari KPK pada 27 27 November 2019. Gugatan diregistrasi dengan nomor perkara 151/Pid.Pra/2019/PN Jaksel.
 
"Kalau itu (praperadilan) kuasa hukum saya kalau enggak salah tanggal 16 Desember 2019 (sidang perdana praperadilan)," kata Toto.
 
KPK telah menetapkan Toto sebagai tersangka izin proyek pembangunan Meikarta sejak 29 Juli 2019. Toto membantah memberikan Rp10,5 miliar untuk memperoleh izin pembangunan kawasan Meikarta kepada Bupati Bekasi ketika itu, Neneng Hassanah Yasin.
 
KPK telah menetapkan 11 tersangka dalam kasus dugan suap pada proyek Meikarta. KPK juga menetapkan Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa sebagai tersangka.
 
Iwa diduga menerima Rp900 juta untuk memuluskan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi tahun anggaran 2017. Sedangkan, Toto merupakan pihak yang ditugaskan Lippo Karawaci untuk 'menyelesaikan' izin pembangunan Meikarta dari Neneng Hasanah.
 
Toto disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) dan Pasal 55 ayat (1) ke-1.
 
Sedangkan Iwa disangkakan melanggar Pasal ‎12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

 

(DRI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif