Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah. Medcom.id/Siti Yona
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah. Medcom.id/Siti Yona

Alasan Jadwal Sidang Etik Brigjen Hendra Belum Ditentukan

Siti Yona Hukmana • 26 September 2022 18:32
Jakarta: Mabes Polri tak kunjung memastikan jadwal sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) Brigjen Hendra Kurniawan. Hendra masuk daftar anggota yang bakal menjalani sidang etik karena menjadi tersangka perintangan penyidikan kasus penembakan Brigadir J.
 
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah membeberkan alasan pihaknya tak kunjung menentukan jadwal sidang etik mantan Kepala Biro Pengamanan Internal (Karo Paminal) Divpropam Polri itu. Menurut dia, ada panitia yang dibentuk sebelum sidang digelar.
 
"Itu untuk kepanitiaannya apakah sudah disetujui atau belum nanti kami update pasti, kalau sudah ada update (perkembangan)," kata Nurul di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 26 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sidang etik Brigjen Hendra ditunda dua kali. Sedianya, dia disidang etik dua pekan lalu. Nurul menyebut sidang Brigjen Hendra tertunda karena saksi kunci mantan Wakaden B Ropaminal Propam Polri, AKBP Arif Rahman Arifin sakit dan menjalani operasi.
 
"Kalau kemarin kan salah satu saksinya masih belum bisa hadir. Kita tunggu beberapa hari ke depan seperti yang sudah disampaikan Pak Kadiv (Irjen Dedi Prasetyo), mudah-mudahan minggu ini bisa dilaksanakan," ungkap Nurul.
 
Brigjen Hendra Kurniawan ditetapkan sebagai tersangka obstruction of justice atau perintangan penyidikan kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J bersama enam anggota lainnya. Hendra diduga ikut bermufakat menghilangkan hingga merusak barang bukti insiden berdarah itu.
 

Baca juga: AKBP Arif Rahman Bersaksi di Sidang Etik Ipda Arsyad Tak Sampai Selesai


 
Selain itu, Brigjen Hendra juga diduga menggunakan jet pribadi ke rumah orang tua almarhum Brigadir J untuk menyampaikan belasungkawa pada Senin, 11 Juli 2022. Jenderal bintang satu itu datang atas perintah Ferdy Sambo mantan atasannya yakni Kadiv Propam Polri yang kini telah dipecat dari Korps Bhayangkara.
 
Private jet yang digunakan Hendra disebut-sebut milik mafia judi online yang masuk dalam daftar konsorsium 303 Sambo. Isu ini dipastikan akan menjadi salah satu topik yang akan dibuktikan dalam sidang etik.
 
"Itu bagian dari pemeriksaan sidang kode etik. Penggunaan jet pribadi nanti kita akan buktikan. Biar selesai proses sidang kode etik nanti disampaikan hasilnya," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 23 September 2022. 
 
(END)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif