Menko Polhukam Mahfud MD/Medcom.id/Theo
Menko Polhukam Mahfud MD/Medcom.id/Theo

Mahfud MD Minta Jaksa Tuntut Pembunuh Brigadir J Sungguh-sungguh

Tri Subarkah • 09 Agustus 2022 22:43
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memastikan pemerintah bakal mengawal kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (J) sampai ke kejaksaan. Kasus ini masih di tahap penyidikan tim khusus yang dibentuk Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
 
"Hingga nanti oleh kejaksaan dikonstruksikan lagi hukumnya sampai P-21. Mudah-mudahan tidak terlalu lama dan dibawa ke pengadilan dengan pendakwaan dan penuntutan yang sungguh-sungguh," kata Mahfud di kantornya, Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2022.
 
Mahfud meminta kejaksaan memiliki semangat yang sama dengan Polri dalam mengusut kasus tersebut. Dia mengatakan Polri di bawah kepemimpinan Listyo sudah serius membuka kasus kematian Brigadir J dengan menemukan pelaku utama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Listyo mengumumkan tersangka keempat dalam kasus itu. Teranyar, mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka.
 
"Kejaksaan harus benar-benar profesional menangani kasus ini dengan konstruksi hukum yang kuat agar mudah bagi pengadilan dan masyarakat memahami kasus ini sebagai upaya penegakan hukum dan keadilan," tegas dia.
 

Baca: Mahfud Sebut Bharada E Berpotensi Bebas


Polri menetapkan empat tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J. Keempatnya ialah Irjen Ferdy Sambo, Bharada RE, Bripka RR, dan KM alias Kuat yang merupakan asisten rumah tangga (ART) sekaligus sopir Putri Candrawathi, istri Irjen Sambo.
 
Keempat tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.
 
(JMS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif